Kenalkan Produk, Pelaku UMKM di Bekasi Audensi dengan Ketua DPRD

  • Whatsapp

Bekasi – Sejumlah pelaku UMKM Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Gerai Bunda Sugih (GBS) melakukan audiensi ke Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Kehadiran mereka dalam rangka mengenalkan produk yang mereka jual.

Koordinator GBS, Sri Sugiarti usai pertemuan mengutarakan keinginannya agar produk UMKM asli Kabupaten Bekasi dapat terpromosikan, sebab menurut dia, selama ini kendala yang dihadapi para pelaku UMKM yakni minimnya fasilitas yang mendukung untuk mereka dapat mempromosikan produknya.

Bacaan Lainnya

“Kita kesini tujuannya ingin membuka peluang kami untuk memasarkan produk kami. Misalnya kan DPRD kan pasti banyak terima tamu atau kunjungan dari dewan luar daerah, setelahnya pastikan yang dicari itu oleh olehnya, kita mencoba menangkap peluang itu, jadi kalau ada tamu dari luar daerah bisa mampir ke Gerai Bunda Sugih di Jababeka depan Al-Azhar,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Diungkapkan, UMKM yang tergabung dalam GBS sudah mencapai 60 pelaku dengan hampir 500 jenis produk. Seperti produk makan minum khas Bekasi, asesoris, handycraft, batik Bekasi dan lainnya.

“Setelah pademi ini kita luar biasa terpukul, jadi kita mencoba membangunkan kembali dengan menggencarkan promosi ke beberapa tempat. Kemudian tadi respon Ketua DPRD juga sudah baik, bahkan nanti dia menyediakan space buat kita untuk memamerkan produk dari UMKM kita, dan ditaruh di loby Gedung DPRD nanti,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha mengapresiasi atas upaya yang dilakukan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi, dalam pertemuan itu pihak UMKM juga mengeluhkan soal kendala yang mereka hadapi.

“Mereka minta dibantu dipromosikan dan bagaimana keterlibatan pemerintah daerah, maka ini menjadi catatan kami bahwa ini kan karya orang Bekasi yang menurut saya luar biasa dan memang harus dimunculkan,” bebernya.

Kemudian, untuk menindaklanjuti dan merespon apa yang menjadi keluhan para pelaku UMKM ini, dia akan berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD untuk disediakan ruang khusus yang nantinya dapat dipajang dan menjadi bahan pengenalan produk asli Bekasi.

“Ya mungkin nanti kita siapkan space khusus untuk mereka, jadi kalau ada tamu dari luar datang jadi mereka tahu ini oleh-oleh produk asli Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (ton)

Pos terkait