Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Kota Bekasi, Barang Bukti Lebih 10 Kilogram Sabu

Barang bukti Sabu 10 Kilogram lebih saat konfrensi pers Polrestro Bekasi Kota, Rabu 17 April 2024
Barang bukti Sabu 10 Kilogram lebih saat konfrensi pers Polrestro Bekasi Kota, Rabu 17 April 2024

BEKASI – Polisi dari Polrestro Bekasi Kota membongkar peredaran narkoba jenis sabu diduga berasal dari China dengan berat mencapai 10,65 Kilogram.

Seorang pelaku bernisial MH berhasil ringkus disekitaran wilayah Kecamatan Pondok Gede pada Jumat (12/04) kemarin.

Kasatres Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Farlin Lumban Toruan mengatakan bahwa pelaku diamankan oleh Unit 1 Subnit 2 Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat, Senin (08/04), bahwa sering terjadi transaksi narkotika jenis Sabu di sekitaran wilayah tersebut.

“Kemudian, pada hari Jumat (12/04) sekira pukul 18.30 WIB, Pelaku MH berhasil diamankan oleh petugas dengan metode undercover buy untuk menangkap pelaku di Jalan Raya Caman Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede,” ucap Farlin kepada awak media di Mapolrestro Bekasi Kota , Rabu (17/04/2024).

Selanjutnya pada Sabtu (13/04) esoknya, kata dia, petugas melakukan tahap pengembangan kasus hingga menuju ke wilayah Desa Limus Nunggal Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang merupakan lokasi kontrakan milik pelaku.

“Petugas Disana menemukan beberapa barang bukti 19 bungkus yang kecil dan yang besar narkotika jenis Shabu berjumlah 10.654 gram bruto (10.65 Kilogram),” ungkapnya.

Farlin menerangkan bahwa pelaku juga akan melakukan pengederan barang bukti tersebut ke seseorang yang berinisial KA dari daerah Riau yang kini menjadi petugas pengembangan.

“Jadi pelaku MH ini memang dia pengedar, kemudian masih dalam penyelidikan kita untuk pengembangan lebih lanjut. Untuk sementara masih dalam penyelidikan tapi diduga barang ini berasal dari China,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut dia, MH berstatus sebagai Residivis melalui kasus yang sama Tahun 2022 lalu, dimana dirinya baru melakukan pengederan selama dua pekan terakhir.

“Dengan pelaku melakukan pengederan ke wilayah Jabodetabek. Barang bukti tersebut jika dikonversikan secara rupiah bisa mencapai Rp10,6 Miliar yang nantinya hasil barang bukti segera kita musnahkan,” sambungnya.

Sementara, atas perkara ini pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 Tahun. Maupun Pasal 114 Ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana penjara tahun dan paling lama 20 Tahun.***

Pos terkait