Gabungan Komunitas Pecinta Lingkungan di Bekasi Beraksi Memperingati Hari Bumi 2024

"Jika setiap hari adalah Hari Bumi, kita tidak akan berada dalam kekacauan seperti sekarang ini." ungkapan dari Neil deGrasse Tysonini kembali muncul dalam peringatan Hari Bumi se-Dunia tahun 2024.
"Jika setiap hari adalah Hari Bumi, kita tidak akan berada dalam kekacauan seperti sekarang ini." ungkapan dari Neil deGrasse Tysonini kembali muncul dalam peringatan Hari Bumi se-Dunia tahun 2024.

KOTA BEKASI – “Jika setiap hari adalah Hari Bumi, kita tidak akan berada dalam kekacauan seperti sekarang ini.” ungkapan dari Neil deGrasse Tysonini kembali muncul dalam peringatan Hari Bumi se-Dunia tahun 2024.

Dalam momentum Hari Bumi 22 April 2024, sejumlah aktivis pecinta lingkungan yang tergabung dalam berbagai komunitas menggelar aksi tanam pohon melalui giat susur Sungai Cikeas, di wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi pada Minggu 21 April 2024.

Bacaan Lainnya

Sungai Cikeas merupakan salah satu kali bersejarah yang memiliki hulu di wilayah antara Gunung Geulis dan Cijayanti, kabupaten Bogor yang bermuara di hulu kali Bekasi disekitar wilayah Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Gabungan relawan pecinta lingkungan meliputi Yayasan Adam Hawa Siliwangi, Trigana, KP2C, Kampala, Laskar Merah Putih, SRB, 234 SC, Sakawanabakti, Al-Madat, Pramuka dan Kalpataru.

Mereka melaksanakan aksi susur sungai sekaligu tanam pohon mulai dari titik jembatan mendu sampai jembatan AL wilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Melalui peringatan Hari Bumi 2024 Penggerak kegiatan Tanam Pohon dan susur Sungai Cikeas Kang Abel dari Yayasan Adam Hawa, mengajak anak muda terus peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata tanam pohon.

“Masa depan yang cerah, bukan ketika ribuan orang menjadi aktivis keadilan. Menghadirkan iklim dengan sempurna, melalui aksi terbaiknya dalam merawat lingkungan salah satunya dengan menanam pohon,”ungkap Kang Abel.

Dikatakan kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin gabungan organisasi pecinta lingkungan melalui jadwal yang ditentukan. Agenda susur sungai sebenarnya telah tahun sebelumnya berjalan, namun terhenti.

Momentum Hari Bumi Sedunia 2024 ini, kegiatan susur sungai menjaga kelestarian lingkungan sepanjang jalur Sungai Cikeas diagendakan digelar secara terjadwal.

“Kami pegiatan lingkungan, sudah sepakat susur sungai ini digelar rutin tiap bulannya. Tujuannya untuk menjaga lingkungan dan mengawasi jalur trek potensi jalur wisata air Sungai Cikeas dari jembatan Mendu sampai jembatan AL,”ujar dia.

Jalur titik susur sungai mulai dari Jembatan Mendu hingga Jembatan AL di wilayah Jatisampurna, sudah masuk dalam rencana wisata Arung Jeram atau susur sungai, sebagai edukasi kepada generasi penerus dalam menjaga lingkungan dari sampah plastik dan lainnya.

Diketahui dalam kegiatan susur sungai yang dilaksanakan diikuti puluhan pegiatan lingkungan dengan menurunkan 6 perahu karet. Satu perahu menampung 6 orang dengan jarak tempuh hingga 6 kilometer.

Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan akses jalan perumahan CBD titik jembatan Mendu karena jika hujan jalan licin.

Selain itu jalur tersebut selama ini jadi akses satu-satunya warga baik dari Bogor atau Bekasi.***

Pos terkait