Kelanjutan Proyek Pengolahan Sampah Apa Kabar, Ratusan Juta Uang APBD Kota Bekasi DIhamburkan untuk Urus Proyek PSEL

Baskoro Ketua Umum LSM LINAP
Baskoro Ketua Umum LSM LINAP

BEKASI – Sampai sekarang, proyek PSEL di Bantargebang yang dimenangkan perusahaan asal China yang diumumkan sehari sebelum Tri Adhianto lengser sebagai Wali Kota Bekasi pada September 2023, belum ada kepastian pelaksanaannya.

Padahal proyek itu menghabiskan uang rakyat hingga ratusan juta dalam proses tender pemilihan mitra Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Kota Bekasi, namun hingga melampui batas waktu belum ada kejelasan.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui bahwa hasil evaluasi prasyarat teknis PSEL di Kota Bekasi, nomor 42.EV.HPT/PP/PLTSA.LH/2023 memutuskan konsorsium EEI-MHE-HDI-XHE sebagai pemenang proyek PSEL di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi.

“Kami sudah pertanyakan terkait biaya yang diperlukan dalam proses persiapan dan pelaksanaan pemilihan calon mitra kerja sama yang dibebankan melalui APBD Kota Bekasi. Jawabnya itu, lebih dari Rp100 jutaan,”ungkap Baskoro, Ketua Umum LSM LINAP kepada Wawai News, Sabtu 30 Maret 2024.

Biaya tersebut jelasnya, meliputi personel panitia pemilihan dan tenaga ahli independen, biaya pengumuman termasuk biaya pengumuman ulang, kemudian ada biaya pengadaan dokumen dan biaya lainnya yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pemilihan mitra.

Total untuk biaya itu semua sesuai jawaban yang kami pertanyakan secara resmi lebih Rp100 juta melalui APBD Kota Bekasi.

Menurutnya menggunakan biaya APBD hingga ratusan juta untuk hal mubazir adalah pemborosan. Harusnya ini ada pertanggungjawaban yang jelas, karena anggaran yang dikucurkan itu bukan uang kantong pribadi.

“Ini aneh, habiskan biaya hingga ratusan juta, tapi proyek PSEL sampai sekarang ga jelas, ironisnya lagi panitia para pejabat di Pemkot Bekasi itu gak merasa bersalah. Ini adalah kegagalan kecil yang terlihat. Tak menutup kemungkinan hal serupa dan lebih besar kerap terjadi seperti ini,”ungkapnya.

Kegagalan proyek PSEL itu jelas Baskoro, adalah dampak yang dipaksakan untuk kepentingan tertentu tanpa ada kajian sebelumnya. Sehingga pemenang diputuskan sehari sebelum Tri Adhianto lengser.

Setelah diputuskan pemenanģ tendernya, sampai sekarang tidak ada kelanjutan keputusan untuk berkontrak dengan pemenang lelang dalam pemilihan mitra kerja sama pengolahan sampah untuk enegi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan itu, meskipun telah masuk tahun 2024.

“Langkah selanjutnya, kami akan melakukan kajian terkait proyek PSEL untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut, seperti melaporkan adanya dugaan kongkalikong dan pemborosan uang rakyat terkait penunjukan pemenang tender mitra yang dilaksanakan sehari sebelum Tri Adhianto lengser sebagai Wali Kota Bekasi,”tegasnya.

Proyek PSEL tersebut melibatkan DLH Kota Bekasi, namun setiap kali dikonfirmasi langsung terkait kelanjutan PSEL yang telah menggunakan uang rakyat dalam prosesnya itu, selalu menghindar.***

Pos terkait