Hiasan Emas Berlafaz Allah di Masjid Al Huda di Pulau Buru Ternyata Dicuri Nelayan

Konferensi pers penetapan tersangka pencurian hiasan tiang alif Masjif Al-Huda, Desa Kayeli, di lobi Markas Polres Pulau Buru di Namlea, Senin (11/3/2024)
Konferensi pers penetapan tersangka pencurian hiasan tiang alif Masjif Al-Huda, Desa Kayeli, di lobi Markas Polres Pulau Buru di Namlea, Senin (11/3/2024)

BURU – Dibekuk Polisi, ternyata otak pelaku pencurian kubah masjid berlafaz Allah, berlapis emas di Masjid Al Huda, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk, Kabupaten Buru, kesehariannya berprofesi sebagai nelayan.

Pelaku pencurian kubah masjid tersebut diketahui berinisial AG (67). Kejadian itu menghebohkan masyarakat setempat yang diketahui sebagai otak di balik pencurian emas dengan berat 2.6 Kilogram.

Menurut keterangan Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, bilang jika pelaku AG sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Dirinya terpaksa harus melakukan itu karena terlilit hutang.

Penangkapan tersangka dilakukan pada (7/3/2024) setelah pihaknya menerima laporan dari pengurus masjid. Berdasarkan laporan yang diterima terima, Polres Buru langsung melakukan penyelidikan.

“Tidak butuh waktu lama untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku AG,” ujar AKBP Sulastri.

Saat ini kata AKBP Sulastri, penyidik sudah menetapkan AG sebagai tersangka. Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 Ayat (1) Ke-5e KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Kasus pencurian dengan target barang-barang berharga di tempat ibadah ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.

AKBP AKBP Sulastri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan sekitarnya, terutama di tempat-tempat ibadah.

Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. AG dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan yang dapat mengakibatkannya menghabiskan waktu cukup lama di balik jeruji besi.

Sulastri mengatakan dari introgasi kepada tersangka diakuinya bahwa motif pencurian karena terlilit hutang sehingga nekat mencuri hiasan kubah berlafaz Allah itu.

Ia berencana menjual hiasan masjid tersebut untuk menebus hutang piutangnya.

“Motif Tersangka melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi. Tersangka mengaku banyak hutang sehingga dirinya nekat mencuri untuk menebus hutang piutangnya,” kata Sulastri saat konferensi pers di Mapolres Pulau Buru, Senin (11/3/2024).

Sementara terkait modus operandi, tersangka melakukan aksi pencurian sejak pukul 02.00 – 05.00 WIT. Ia melakukan aksinya dengan menggunakan dua buah tangga.

Tangga yang dipakai tersangka terbuat dari kayu setinggi 5,18 meter, dan 3 meter. Tersangka juga menggunakan tali nilon warnah hijau.

Ia juga menggunakan kayu sepanjang 5 meter yang pada ujungnya ditancapkan besi berukuran 6 cm, sebagai pengait.

Setelah peralatan-peralatan tersebut berhasil ia naikan di atas masjid dan berhasil memanjat kubah masjid, tersangka kemudian menggunakan kayu sepanjang lima meter yang diujungnya sudah ditancapkan besi 6 sebagai pengait.

“Saat di atas kubah masjid, tersangka kemudian mengambil kayu lima meter yang diujungnya sudah ditancapkan besi enam sebagai pengait. Ia kemudian mengaitkannya pada tiang Alif dan tarik sebanyak tiga kali hingga tiang alif jatuh di atap masjid,” ungkapnya.

Karena terjatuh, lafadz Allah yang terbuat dari emas murni tersebut patah dari tiang alif. Tersangka kemudian mengambil hasil curian tersebut dan kabur dari masjid.

“Sebelum turun tersangka membuka tali dan melemparnya bersama tangga dan kayu ke bawah masjid. Ia kemudian turun dan memikul tangga dan kayu berjalan melewati pagar belakang masjid dan membuangnya di semak-semak sungai,” jelasnya.

Menurut Kapolres, saat melakukan aksinya tersebut, tersangka menggunakan Buff atau penutup wajah. Karena lafadz Allah pada tiang alif sudah patah, tersangka kemudian mematahkannya menjadi lima bagian.

“Setelah itu tersangka kembali ke rumah dan menyimpan emas yang sebagiannya ditaruh di dalam Buff ke dalam air dekat pohon nipa. Tersangka kemudian berjalan ke pantai dan menanam sebagian sisa emas di pasir samping pantai tepatnya di bawah pohon baru, dan di bawah pohon tikar. Setelah itu tersangka kembali ke rumah,” jelasnya.

Kapolres mengaku, motif Tersangka melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi. Tersangka mengaku banyak hutang sehingga dirinya nekat mencuri untuk menebus hutang piutangnya.

Menurutnya, penyidik saat ini telah memeriksa 7 orang saksi dan telah mengamankan barang bukti terkait TP Pencurian dengan pemberatan tersebut.

“Barang bukti yang kami amankan diantaranya tiang alif yang terbuat dari emas, Buff warna hitam, tangga, baju dan celana milik tersangka, tali, kayu pengait, dan manik-manik yang terpisah dari emas,” tandasnya.***

Pos terkait