MIRIS! Satu Keluarga di Tegal Tinggal di Bilik Bambu Samping Kandang Kambing

TEGAL – Satu keluarga tinggal dibilik bambu, berdampingan dengan kandang kambing, berharap dapat program RTLH dari pemerintah.

Miris satu keluarga didesa Gunung Jati Rt 07 Rw 01, kecamatan Bojong Kabupaten Tegal masih tinggal dibilik bambu bersebelahan dengan kandang kambing,

Bacaan Lainnya

“Harusnya rumah tersebut masuk skala perioritas untuk program rumah tidak layak huni atau RTLH dari pemerintah, baik dari pemerintah kabupaten ataupun provinsi.

Pardi, seorang kepala keluarga yang berprofesi buruh harian lepas harus merasakan hidup dibilik bambu dengan istri dan dua anaknya yang masih kecil, ia juga mengaku sudah tiga tahun tinggal di rumah tersebut, meskipun ia harus hidup seadanya ia mengaku masih sangat bersyukur,”ucapnya 18/02/2024

“Namun ia juga berharap pemerintah desa bisa terketuk hati untuk memberikan bantuan Program Rumah tidak layak huni atau RLTH seperti orang lain.”Lanjutnya

Atas ketidak adilan tersebut TOHID dari LSM Barisan patriot peduli indonesia
(BPPI) mengaku sangat prihatin, seharusnya pemerintah desa lebih memperioritaskan rumah tersebut, karena biarbagaimanapun ini tentang keadilan sosial,khususnya untuk masyarakat kecil.”ungkanya

Padahal di desa gunung jati kemarin ada14 rumah yang mendapatkan program RTLH tersebut, lebih mirislagi keluarga bapak kades justru mendapatkan bantuan RTLH tersebut.namun kenapa keluarga bapak pardi yang seharusnya mendapatkan program tersebut justru malah di kesampingkan.

“Saya sudah kroscek kepada beberapa Keluarga penerima manfaat (KPM), justru kami menemukan banyak kejanggalan terkait material yang diberikan dari pemerintah desa kepada KPM, karena rata-rata estimasi material yang mereka terima hanya sekitar 12-13 juta

Sedangkan kita semua tahu,bahwa untuk program tersebut pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 20 juta untuk tiap-tiap KPM.

Sementara Didit rejihono dari LSM Gerhana Indonesia (GI) dan juga “Ajis rekan aktivis, juga ikut prihatin, karena menurutnya
Di dalam rumah tersebut ada masa depan yang harus diperjuangkan, yaitu kedua anak bapak pardi itu sendiri, dan mereka harus diselamatkan.

Harapan kami selaku sosial kontrol semoga pemerintah desa bisa menjalankan pemerintahanya dengan baik, karena kami akn terus mendukung roda pembangunan dari pemerintah baik itu daerah ataupun pusat.”pungkasnya. (Fan)

 

Pos terkait