Soal Jalan Ciketingudik Pecah dan Retak, Ini Jawaban Dinas BMSDA Kota Bekasi

Bekasi – Pejabat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi akhirnya buka suara terkait pembangunan jalan Ciketingudik yang kondisinya sudah pecah dan retak padahal pekerjaan tersebut baru tiga bulan selesai dikerjakan.

“Kita akan cek lokasi.”kata Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto usai ditemui. Selasa, (10/10/2023).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya kalau sudah dibayar akan dilakukan koreksi sesuai hasil audit Tapi kalau belum dibayar minta audit Inspektorat. Apapun hasilnya kita ikutin.”lanjutnya.

Sedangkan untuk penyebab keretakan dan pecah-pecah Idi berdalih bahwa hal itu disebabkan banyak faktor. Namun ia belum tahu secara pasti apa penyebab kerusakan tersebut karena belum turun kelapangan. Sebab itu ada di bidang Bina Marga.

“Kemarin juga ada surat masuk ke kita kaitan dengan ini. Maka itu saya minta ke bidang Bina Marga agar segera mencari penyebabnya.” pungkasnya.

Terkait hal itu, Idi pun mengaku telah melakukan teguran kepada pihak kontraktor. “Kita sudah tegur kontraktornya.”pungkasnya.

Sebelumnya, pembangunan Jalan Kecapi RW 04 Ciketing Udik Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi belum seumur jagung selesai dikerjakan  namun sangat  disayangkan saat ini kondisinya sudah retak-retak dan di beberapa titik terlihat sudah pecah.

Pekerjaan yang menggunakan anggaran APBD kota Bekasi tahun anggaran 2023 dengan nilai kontrak Rp 840.960.970 dikerjakan oleh PT Jaya Cipta Selaras, hampir bisa dipastikan dalam waktu yang tidak  lama jalan tersebut akan segera hancur.

“Sayang uang negara terkesan dihambur-hamburkan untuk  pekerjaan yang tidak berkualitas” ungkap warga, Tulus Rustam Purba (TRP) kepada awak media. Minggu (7/10/2023).

Kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan namun sudah pecah dan retak-retak menurut dia bisa disebabkan beberapa faktor diantaranya tidak adanya perkuatan dan Lapis Pondasi Level Atas  atau kualitas cor beton tidak sesuai spesifikasi tekhnis.

Lebih lanjut Rustam mengatakan bahwa atas temuan ini sudah disampaikan kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melalui WA yang dilayangkan agar ada tindak lanjut.

Namun sangat disayangkan dari pantauan dilapangan pada Sabtu, 7 Oktober 2023 belum juga ada tindakan apa pun.

“Saya sudah WA PPK nya serta sudah berkirim surat, tapi belu. ada tanggapan ” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait