Miris, SMKN 12 Kota Bekasi Belum Miliki Tempat Ibadah Meski Berkali-kali Diajukan

Bekasi – Penguatan karakter menjadi salah satu program prioritas di sekolah untuk penguatan karakter penerus bangsa melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digulirkan. Tapi apa jadinya jika sarana prasarana di sekolah belum memadai.

Kondisi itu terjadi di SMK 12 Kota Bekasi yang telah berdiri sejak tahun 2014 lalu ini. Mereka tidak bisa maksimal melakukan gerakan penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan karena keterbatasan sarana prasarana.

Bacaan Lainnya

“Disatu sisi kami diminta untuk melaksanakan pendidikan karakter kepada peserta didik. Tapi sarana prasarana tidak memadai terutama seperti tempat ibadah,”ungkap Ade Irawan menceritakan kondisi sekolahnya kepada teropongindonesia, pada Senin 9 Oktober 2023.

Dikatakan selama ini, pendidikan karakter jadi program unggulan setiap sekolah untuk menciptakan peserta didik berkualitas. Tapi kondisi SMK 12 Kota Bekasi tidak memiliki masjid atau musalla.

Menurutnya keterbatasan sarana ibadah sudah bertahun-tahun diperjuangkan melalui berbagai pintu. Namun hingga sekarang jelasnya usaha masih buntu dan sampai saat ini belum memiliki tempat ibadah.

“SMKN 12 Kota Bekasi ini mayoritas muslim. Tapi setiap jam istrahat seperti Dzuhur guru tidak bisa menyuruh siswa solat karena tidak ada tempat,”ucap Ade.

Dia menjelaskan bahwa untuk lokasi tempat ibadah di SMKN 12 masih memadai asal ada yang bisa membantu untuk melakukan pembangunan. Sementara jelasnya, terbaru sekolah baru mendapat bangunan Toilet.

“Banyak yang aneh memang, berharap dibangun tempat ibadah dapatnya malah dibangun Toilet, bagua lagi kondisinya,”paparnya.

Ia pun menceritakan perjuangan untuk bisa membangun tempat ibadah seperti mengajukan proposal melalui politikus atau anggota DPRD Provinsi Jabar. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan terkait pembangunan tempat ibadah.

“Kami sangat berharap SMKN 12 Kota Bekasi memiliki tempat ibadah seperti masjid. Agar bisa menerapkan pendidikan karakter bagi peserta didik,”pungkasnya. (amn)

Pos terkait