Duh, Limbah Pabrik Bakso di Jatirangga Masih Mengalir ke Kali Cikeas

Bekasi – Limbah Pabrik Bakso milik CV Warisan Matahari Makmur di Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi terpantau masih dialirkan ke Kali Cikeas melalui saluran khusus.

Padahal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melalui bidang PPKLHPH mengakui telah dua kali memberi teguran. Bahkan teguran kedua adalah administrasi pemerintah.

Bacaan Lainnya

Namun, pantauan awak media di lokasi saluran limbah yang langsung ke Kali Cikeas terlihat kondisi belum berubah, limbah masih mengalir dengan mengeluarkan aroma menyengat hingga membuat warna kali yang bening berubah jadi butek dan penuh ampas.

Salah seorang Tokoh masyarakat Kranggan, Yusuf Nasih ketika diminta tanggapan terkait limbah pabrik bakso langsung dibuang ke Kali Cikeas tersebut meminta Pemerintah Kota Bekasi melalui DLH bisa tegas.

Dia pun mengakui bahwa dirinya belum begitu paham persoalan Pabrik Bakso yang membuang limbah ke Kali Cikeas. Tapi jelasnya terkait pembuangan limbah ke Kali Cikeas sudah diketahui melalui pemberitaan media.

“Kalau mendengar, iya. Tapi saya sebenarnya ga begitu paham persoalannya. Tapi kalau emang (pabrik) itu mengganggu lingkungan apalagi sampai mencemarkan air kali Cikeas, saya pikir sebaiknya ditutup aja gitu.”katany, kepada awak media pada Jumat 13 Oktober 2023.

Andy Frengky Kabid PPKLHPH Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, kembali dikonfirmasi terkait kondisi di lapangan guna mengklarifikasi pernyataannya menyebut bahwa saluran limbah langsung ke Kali Cikeas oleh pabrik bakso sudah ditutup kembali berkelit.

Andy kepada awak media yang mengklarifikasi melalui saluran telpon hasil temuan langsung di lapangan kembali menegaskan telah menutup saluran air limbah milik pabrik bakso yakni CV Warisan Matahari Makmur.

“Penutupan itu kita lakukan setelah kita menjatuhkan sanksi administrasi paksaan pemerintah.” ucapnya dikonfirmasi jumat malam.

Ditanya lagi soal bau menyengat yang dikeluarkan dari limbah pabrik bakso tersebut, ia pun berdalih bahwa itu bercampur dengan limbah domestik.”Itu nyampur sama limbah dari masyarakat,”pungkasnya. (*)

Pos terkait