Bawaslu Kota Bekasi Ajak Pemilih Pemula Aktif untuk Pengawasan Pemilu

Bekasi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi, mendorong para pemilih pemula membantu pengawasan, partisipatif berbagai tahapan pemilu agar semakin baik, demokratis dan transparan.

Jumlah Pemilih Pemula di Kota Bekasi pada Pemilu 2024 nanti mencapai 210 jiwa. Sementara total jumlah pemilih Kota Bekasi keseluruhan lebih dari 1,8 juta jiwa.

Bacaan Lainnya

“Generasi Z sebutan untuk pemilih pemula yang lahir 1996-2012) mampu jadi agen perubahan agar Pemilu 2024 menjadi lebih berkualitas, “ungkap Choirunnisa Marzoeki Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Hubungan antar lembaga, Rabu 11 Oktober 2023.

Bawaslu Kota Bekasi menggelar  Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula kembali digelar di Hotel Amaroossa Grande, dengan melibatkan kalangan pelajar dari belasan sekolah.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan para pemilih pemula yang berasal dari 15 Sekolah Menengah tingkat Atas se Kota Bekasi. Rinciannya, tiga orang siswa kelas 12 yang mempunyai hak pilih dan satu guru pendamping.

Kegiatan dibuka oleh Harminus Koto Kordinator Divisi Penyesuaian Sengketa Provinsi Jawa Barat yang ikut memberikan motivasi kepada para pemilih pemula untuk aktif dalam Pengawasan yang sempat menyampaikan bahwa pada Pemilu nanti akan ada perbedaan pada kertas suara.

Kak Nong sapaan akrab Komisioner Bawaslu Kota Bekasi dua periode ini, menyampaikan bahwa dalam Perbawaslu 2 tahun 2023, subjek utama dalam pengawasan partisipatif ialah pemilih pemula.

“Para pemilih pemula yang diundang dalam kegiatan sosialisasi ini diharapakan berperan aktif dalam Pengawasan Pemilu sekaligus menjadi mitra startegis Bawaslu dalam upaya pengawasan pemilu yang komprehensif.”papar Kak Nong.

Narasumber yang memberi materi dalam kegiatan sosialisasi ini adalah Dr. Aip Syarifudin M.Pd.I yang merupakan dekan di Universitas Muhamadiyah Cirebon dan budayawan asli dari Bekasi yaitu Kong Guntur Elmogas.

“Orang yang memilih untuk golput adalah orang orang yang sudah hilang harapan/hopeless maka lebih baik tidak golput, karena mungkin saja ada orang yang mempunyai kompetensi bagus tapi tidak jadi wakil kita karena tidak ada yang memilih” Ucap Aip.

Para narasumber ini diharapkan bisa menyampaikan hal hal tentang pengawasan Pemilu secara teoritik dan pendekatan budaya kepada pemilih pemula sehingga penyeberluasan informasi pengawasan pemilu dapat dengan mudah dilakukan.(*)

Pos terkait