Usai Dilaunching, SMKS Gema Nusantara Buka Kelas Industri Manajemen SDA

Usai Dilaunching, SMKS Gema Nusantara Buka Kelas Industri Manajemen SDA

Bekasi – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, melaunching Kelas Industri Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang merupakan kerjasama antara SMKS Gema Nusantara dengan Ikatan Praktisi Human Resource Development (IPHRD) dan 12 Perusahaan Industri yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Saya memberikan apresiasi kepada IPHRD dan juga SMKS Gema Nusantara yang telah membuka kelas industri MSDM untuk mensukseskan kurikulum mandiri di Kabupaten Bekasi,” ujar Dani usai melaunching kelas industri MSDM, yang bertempat di Perum Bumi Sindang Asri, Sindangmulya Kecamatan Cibarusah, Sabtu (7/1/2023).

Dani menjelaskan, dengan dibukanya kelas industri MSDM tersebut, merupakan langkah awal dan menjadi salah satu solusi inovatif dalam mendongkrak angka penganguran di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga : Presiden Jokowi Bersama Keluarga Habiskan Akhir Pekan Berwisata ke Candi Prambanan

Karena menurutnya, hal ini merupakan sejarah untuk pertama kalinya di Kabupaten Bekasi dibuka sebuah kelas dengan kurikulum khusus yaitu kelas industri MSDM.

“Selama ini di sekolah SMK-SMK pada umumnya membuka jurusan administrasi perkantoran. Nah dengan kelas industri ini nanti para siswa akan dididik mengenai manajemen SDM mulai dari rekrutmen, penempatan, pengembangan sampai nanti pemberhentian secara sentifik yang tentunya sangat dibutuhkan perusahaaan-perusahaan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya kelas industri kedepannya SMKS Gema Nusantara dapat melahirkan lulusan-lulusan yang berkompeten yang nantinya akan banyak staf HRD muda yang berasal dari anak-anak asli Kabupaten Bekasi.

“Memang ini nantinya jangka menengah panjang, tetapi langkah awal ini adalah langkah besar yang semakin memperkuat upaya dan komitmen kita untuk memberantas pengangguran di Kabupaten Bekasi,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua IPHRD, Maman Sulaiman, bahwa pengangguran yang ada di Kabupaten Bekasi sedikit demi sedikit akan berkurang, jika urbanisasi pekerja dari luar Bekasi bisa ditekan dengan adanya kompetensi di semua sekolah-sekolah yang berbasis kurikulum industri.

“Kalau ini sudah ada di sekolah-sekolah Kabupaten Bekasi, angka pengangguran bisa diminimalisir,” katanya.

Karena ini merupakan sekolah satu-satunya sekolah yang melakukan launching kelas industri, dirinya berharap kedepannya dari 36 siswi dapat menjadi siswi yang terserap oleh industri, dan menghasilkan lulusan yang berkompeten sehingga bisa merambah ke dunia industri. (pro)

 

Pos terkait