Tersangka Pemasuk Tembakau Sintetis Masih Bebas Berkeliaran, Forza Pertanyakan Keseriusan Polisi

Bekasi – Ketua Divisi Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Anti Penyalahgunaan Napza (Forza) Indonesia Hani Siswandi mempertanyakan keseriusan polisi dalam penanganan kasus narkotika terhadap wanita berinisial NN di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Pasalnya NN yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemasok tembakau sintetis dengan barang bukti seberat 37,5 kilogram (Kg) sekarang bebas bermain tik-tok melalui media sosial.

Bacaan Lainnya

“Terkait kasus ini, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengkawalnya. Karena visi misi kami adalah anti Narkoba.”tegas Hani kepada media di Rumah Semeja Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi Selasa, (24/1/2023).

Baca Juga : Terkait Pilihan Politik, Ormas Jarum Tunggu Instruksi Ketum

Oleh sebab itu Forza mendesak Polres Metro Jakarta Selatan menindaklanjuti kembali kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan wanita berinisial NN.

“Kami juga akan menanyakan kembali apa yang sudah dan apa yang mau dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan terhadap NN sipemilik narkotika sebanyak 37,5 kg tersebut.”kata Hani.

Dituturkannya bahwa saat saat proses penangkapan, Kapolres Jakarta Selatan langsung turun ke Polsek Pesanggrahan tempat terjadinya penggerebeka. Namun demikian setelah sekian lama dan sampai saat ini tidak ada langkah dan tindaklanjut kasus ini untuk diteruskan ke meja hijau atau pengadilan.

Lebih lanjut, kata dia, pada saat proses penyelidikan dan penyidikan berkas yang disampaikan ke Kejaksaan, karena berkas tidak lengkap dan dikembalikan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Namun sampai ini tidak ada tindak lanjut serta tidak ada langkah selanjutnya untuk memproses kasus tersebut.

“Bahkan muncul informasi dugaan bahwa adanya informasi bahwa P20 diterbitkan oleh pihak Kepolisian,” ujarnya.

Menurut Hani, dalam proses Penyelidikan dan Penyidikan dilakukan selama 120 hari. Apabila berkas dan dokumen belum lengkap maka akan di perpanjang lagi selama 40 hari, berdasarkan KUHAP.

“Jadi bukan berarti P20, tapi seharusnya P19 dulu. Jadi ada perpanjangan 40 hari. Namun bekal ini tidak dilakukan, tapi terbit P20. Artinya dugaan kami kuat kemungkinan ada oknum yang bermain. Untuk itu, Forza mendesak usut tuntas para permainan oknum Penegak Hukum di kasus tembakau sintetis sebanyak 37,5 Kg barang bukti dengan TSK NN,” tegas Praktisi Hukum tersebut.

Tertanggal 16 Januari 2023 dengan Surat Pengadaan Propam Nomor: SPSP2/322/I/2023/Bagyanduan bahwa Forza telah melaporkan perihal ini ke Kadiv Propam Mabes Polri Republik Indonesia. (ton)

Pos terkait