Oknum Dukcapil Kabupaten Tegal Diduga Terbitkan KTP Bodong

Foto ilustrasi

Tegal – Oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal inisial FA diduga mengeluarkan dokumen kependudukan asli tapi palsu (aspal) guna melayani masyarakat khususnya yang membutuhkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Sumber Teropongindonesia.com mengungkapkan, penerbitan kartu tanda penduduk (KTP) yang dilakukan oknum dinas tersebut 1 dibandrol dengan harga Rp1.500.000 dengan waktu tiga (3) hari selesai.

Bacaan Lainnya

“Untuk mendapatkan KTP bodong itu kami hanya membayar ke oknum sebesar Rp 1.500.000.” ungkapnya kepada media Sabtu, (5/11/2022) saat ditemui.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dokumen atau KTP yang diduga bodong tersebut biasanya hanya digunakan untuk pengajuan pinjaman ke Bank atau untuk kredit motor baru.

“Kalau untuk persyaratannya, kami hanya kirimkan foto KTP dan merubah tanggal lahir dan lainya. Tapi itu bukan asli tapi itu bodong.” ucapnya.

Dibeberkannya juga bahwa pembuatan KTP yang diduga bodong itu selain di Kabupaten Tegal pembuatannya juga bisa masuk hingga ke wilayah Kabupaten Brebes.

Hal yang sama juga diutarakan sumber lainnya yang juga mengaku harus merogoh kroscek antara Rp 1 sampai Rp 2 juta untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Induk Keluarga (NIK).

“Harga segitu, biasanya kita sudah terima beres.Tapi kalau penarikan NIK pindahan biasanya lebih murah.” tuturnya.

Sementra, Kepala Bidang Pendaftaran Pelayanan Penduduk di Disdukcapil Kabupten Tegal Sodik membatah dan tidak membenarkan pungutan tersebut

Dirinya juga mengaku tidak mengetahui adanya praktek percaloan di dinasnya yang mana pemohon harus mengeluarkan uang apalagi untuk KTP bodong.”Saya yakin itu tidak dibuat disini.”kilahnya saat dikonfirmasi terpisah. Selasa

Oleh sebab itu ia berharap kepada semua masyarakat agar bisa datang langsung ke Dukcapil dengan membawa serta berkas pendukung

“Normalnya pembuatan KTP satu hari sudah selesai, dan itu semua tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.” pungkasnya. (pandi).

 

 

Pos terkait