Habis COD HP, Dua Pria Paruh Baya Ini Ketahuan Produksi Uang Palsu, Kini Nginap di Jeruji Besi

BekasiPolres Metro Bekasi berhasil mengamankan dua orang pengedar dan pembuat uang palsu di Jalan Raya Kawasan Industri, Desa Gandamekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (08/11).

Kedua pelaku itu adalah AH (40) dan M (47), mereka dicokok usai menggunakan uang palsu untuk membeli handphone milik korban berinisial AP.

Bacaan Lainnya

Kala itu, pelaku membeli handphone milik AP dengan harga Rp 3,2 juta. Usai mendapatkan uang tersebut, AP pun langsung ke ATM untuk melakukan setor tunai.

Baca Juga : Dua Spesialis Ranmor Ditangkap, Ternyata Sudah 76 Kali Bereaksi

Korban pun saat sadar uang yang diterimanya palsu lantaran saat melakukan setor tunai, mesin ATM tidak memprosesnya.AP langsung melaporkan hal itu ke Polres Metro Bekasi, Minggu (02/10).

“Uang hasil penjualan handphone itu disetor ke ATM. Tapi ga bisa masuk lantaran terdeteksi palsu. Korban pun melaporkan kejadian ini,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan dalam rilisnya dikutip Rabu (09/11/2022).

Gidion mengatakan, pihaknya langsung sigap melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (15/10), penyidik menerima informasi bakal ada transaksi COD handphone Jalan Kawasan Industri, Desa Gandamekar, Cikarang Barat pada pukul 18.00 WIB.

Pihak kepolisian pun langsung berangkat ke TKP serta berhasil mengamankan AH dan M beserta barang bukti tas selempang berisikan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 41 lembar.

“Dari keterangan pelaku, uang palsu ini didapat dengan cara mencetak sendiri di rumahnya di Kampung Kalijeruk RT 02/03, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat,” kata Gidion.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, dan didapati 18 lembar kertas HVS bergambar uang pecahan Rp100 ribu siap potong serta 51 lembar kertas HVS bergambar uang Rp100 ribu di satu sisi,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Bekasi sudah dilakukan selama tiga bulan. Jumlah uang palsu yang sudah digunakan oleh pelaku untuk bertransaksi sebanyak lebih dari Rp4 juta.

“Jadi uang palsu ini tidak dijual, tapi diedarkan dengan cara bertransaksi, mereka mengaku sudah tiga kali melakukan transaksi dengan uang palsu dalam kurun waktu tiga bulan,” ucap Gidion.

Selain dua pelaku dan uang palsu, dari pengungkapan kasus ini polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit printer, satu unit setrika dan satu botol cairan.

“Tingkat kemiripan uang palsu yang dicetak pelaku sangat jauh dari aslinya, semua barang bukti sudah kita amankan, termasuk printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu,” katanya.

AH, pelaku pencetak dan pengedar uang palsu mengaku mengetahui cara membuat uang palsu melalui YouTube. Dia tergiur membuat uang palsu karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Lihat di YouTube cara-cara bikinnya, ya terpaksa karena enggak punya uang,” katanya.

Saat itu kedua pelaku mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi. Mereka dijerat Pasal 244 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (dhy)

Pos terkait