TPA Burangkeng Longsor, Begini Kata Pj Bupati Bekasi

Bekasi – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng alami longsor sejak sepekan kemarin. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penutupan TPA Burangkeng untuk satu hari, Senin (10/10/2022).

Kepala Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Khaerul Hamid mengatakan, penutupan TPA hanya dilakukan hari ini saja.

Bacaan Lainnya

Pihaknya kini telah berupaya untuk melakukan pengangkutan sampah-sampah yang berjatuhan. Bahkan seluruh petugas dari enam UPTD Kebersihan dikerahkan untuk membantu proses pengangkutan.

“Ditutup hanya hari ini saja. Makanya kami semua fokus untuk menangani longsor di TPA Burangkeng,” tutur Hamid kepada media Senin (10/10/2022).

Ia juga menjelaskan sebenarnya, penambahan lahan TPA seluas 2,1 hektar telah disetujui oleh 17 orang pemilik bidang lahan.

Namun demikian, hingga kini SK penetapan pembebasan dan perluasan TPA Burangkeng belum juga diterbitkan oleh Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi.

“Kami sudah sosialisasi dan beritahu masyarakat. Alhamdulillah mereka tidak keberatan,” terangnya.

Bahkan mereka bilang kalau SK ketetapan lahannya sudah diterbitkan, silahkan dipakai dulu lahannya, bayarnya belakangan enggak apa-apa. Tapi belum bisa dilakukan karena kami masih harus menunggu SK-nya terbit,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah di sekitar TPA Burangkeng di Kecamatan Setu rencananya bakal direlokasi. Alasan perelokasian rumah warga ini lantaran Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana melakukan revitalisasi atau penataan TPA Burangkeng.

Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga harus melakukan perubahan peraturan daerah bila ingin memperluas lahan TPA Burangkeng.

“Kita ada anggaran perluasan sampai 5 hektar (ha), tapi masih harus ubah Perda dulu karena di Perda ini sudah ditetapkan lahan TPA Burangkeng seluas 11 ha,” tutur Dani Ramdan ketika dikonfirmasi.

Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini juga menambahkan, pihaknya akan meminta pihak pengelola tol untuk dapat membantu merelokasi masyarakat yang rumahnya bersebelahan dengan TPA.

Ini lantaran adanya lahan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dijadikan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Selain dinilai tidak sehat, lahan bekas rumah tersebut akan dimanfaatkan sebagai lahan perluasan TPA.

“Kebetulan ada lahan kita yang kena proyek jalan tol kurang dari 1 hektar, jadi kita akan ajukan tanah yang digunakan itu untuk merelokasi rumah warga. Saya lihat ada rumah warga di dekat TPA, itu tidak sehat,” ujar Dani Ramdan.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan akan ada pengalihan jalan umum di tengah TPA yang sering digunakan masyarakat sekitar.

Jalan tersebut rencananya akan dialihkan ke area perbatasan dengan Kota Bekasi, karena area tersebut dinilai cukup memungkinkan untuk dijadikan jalan pengganti bagi masyarakat sekitar. (riz)

 

Pos terkait