Investasi Bodong Ace Emas “Makan” korban, Diperkirakan Miliaran Rupiah Raib

Bekasi – Ribuan orang yang tersebar di seluruh indonesia jadi korban penipuan investasi online aplikasi Ace Emas. Total kerugian pun tak main-main, ditaksir miliaran rupiah. Setelah meraup banyak duit dari para member, para pelaku  pun kini tak diketahui rimbanya.

Salah satunya Martin (43), korban yang mengaku kehilangan Rp 14,4 juta ditambah akun istrinya Rp 8,7 juta jadi total kerugian di perkirakan Rp23,1 juta.

Bacaan Lainnya

Martin menceritakan awalnya mengetahui Ace Emas dari mendia sosial. Ketika mengklik informasi ini di media sosial langsung terhubung denfan aplikasi WhatsApp dan pelamu menyatakan menyatakan aplikasi ace emas menghasilkan uang.

“Pertama- tama member akan diarahkan mendaftar terlebih dahulu aplikasi di Winningstars,”kata Martin kepada awak media, Jumat (10/6/2022).

Usai itu, pelaku kemudian meminta member  mengirimkan screenshoot nama akunya yang di daftar ke Wthasap pelaku, lalu pelaku menjelaskan bahwa Winingstars, hanya aplikasi untuk mengisi saldo ,menarik, dan mentransfer. Setelah itu barulah member diminta lagi untuk menginstal aplikasi Ace Emas.

Untuk dapat bertransaksi pelaku menyampaikan anggota baru harus mentransfer Rp1 juta hingga Rp 3 juta. Uang tersebut akan menjadi saldo member.  Semakin besar investasi yang dilakukan, semakin besar pula imbal hasilnya

“Jika berinvesitasi Rp1 juta, member di janjikan mendapat penghasilan harian rata-rata Rp100 ribu dan investasi Rp3 juta penghasilan harian dijanjikan dapat Rp300 ribu,” ungkapnya.

Untuk ivestasi di aplikasi ini, ada kewajiban yang harus dipatahui member, yakni member diharuskan untuk membayar pajak, untuk investasi Rp.1 juta, member dibebankan membayar pajak yang dibayar 50 persen, sementara  investasi Rp.3 juta member dibebankan membayar 40 persen dari keuntungan yang di peroleh setiap harinya, yang di transfer melalui aplikasi winingstars ke rekening ace888, kemudian buktinyapun harus dikirim group Wthasap Ace Emas.

Selain itu, member  juga diminta untuk memperhatikan saldo jika terjadi siklus, karena jika saldo berkurang dari angka investasi,member diminta pelaku agar sesegera mungkin top-up dana, kepada member pelaku mengatakan tidak perlu kawatir sebab pada saat sikluslah penghasil kian bertambah.

Di awal, imbal di withdraw dari winingstars, hampir tiga bulan bergabung di  Ace Emas ini  tampak berjalan normal dan tidak terlihat tanda-tanda ada modus penipuan, sebab biasanya dana yang di topup ketika terjadi siklus, member dengan mudah menarik dananya dari winingstars.

Meskipun siklus, pada  hari sabtu, 04 Juni 2022 tidak seperti biasanya,  member tidak menaruh curiga kalau itu modus pelaku untuk meraup uang para member,

Tak berpikir panjang dan ingin mendapat uang cepat, Martin pun terus melakukan top-up untuk memperbesar cuan. Hingga sabtu (04/6), ia sudah mengirimkan Rp 3 juta lebih yang berasal dari tabungannya.

Karena siklusnya segaja didesain hingga  berkahir 24:00 WIB, saldo para member habis. Tak cukup buat pelaku meraup uang member saat terjadi siklu, admin group meminta member untuk mentransfer uang Rp 1juta hingga Rp 5 juta lagi melalui virtual acount atas nama winningstar dengan iming – iming ace emas akan memberikan uang kompesasi sebesar dana hilang pada saat siklus.

Percaya dengan para admin ,Ia pun kembali mentransfer uang pada 5 Juli 2022 sebesar Rp5 juta melalui virtual acount atas nama Winningstars.dengan tujuan agar seluruh dana yang sudah hilang pada saat terjadi malam sabtu tersebut dapat kembali ke akunya.

Namun, esok paginya, tepat pada hari senin 6 juni 2022 pukul 09.15 WIB , aplikasi Ace Emas dan WinningStars tidak bisa diakses dan group WthasApp serta kontak admin sudah tidak lagi aktif.

“Hari senin hendak melakukan Withdraw aplikasinya Ace Emas dan WinningStars sudah tidak bisa diakses lagi dan nomor kontak admin group sudah tidak lagi aktif,” katanya.

Ia mengungkapkan Korban investasi Ace Emas ini diperkirakan ada ribuan member yang tersebar di berbagai wilayah di indonesia.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya informasi ini penengak hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesia dapat mengungkap pelaku aplikasi bodong ini, sebab aplikasi Ace Emas dan WinningStars telah merugikan masyarakat hingga mencapai  millir rupiah.

“Harapannya semoga polisi menindak lanjuti informasi ini serta dapat menggungkap pelakunya untuk mendapat keadilan, seperti kita tahu kasus Binomo, dimana polisi dapat mengungkap kasusnya dengan cepat.” terangnya.

Hingga saat ini para member korban aplikasi ace emas sudah membuat grup di Telegram dan WhatsApp untuk mengumpulkan bukti-bukti dan menghitung total kerugian yang mereka alami, guna dilaporkan kepihak kepolisian bahkan berdasarkan informasi di grouppun investasi bodong  ini sudah ada melaporkan ke pihak ke Kepolisian.

Tak hanya ace emas, saat ini juga terdapat aplikasi diduga ilegal tampak menjadi dengan modus penghasil uang  yang cara kerjanya mirip dengan ace emas dan masih  beroperasi. tampak menjadi pembicaraan, aplikasi tersebut adalah permata dan para korban ace emas menduga, aplikasi permata ini merupakan satu komplotan sebab tampilannya tidak jauh berbeda dengan tampilan apliasi Ace Emas. (red) 

Pos terkait