Arahan Ojo” Kesusu” Dianggap Kode Keras Jokowi Disambut Relawan Ganjar

Jakarta – Arahan ‘ojo kesusu’ dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk relawan Projo terkait capres 2024 dianggap kode keras dukungan untuk Ganjar Pranowo.

Gayung bersambut, relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania juga beranggapan demikian.
GP Mania menyimpulkan 3 poin penting dari arahan dalam pidato Presiden Jokowi yang disampaikan dalam Rakernas Projo di Magelang, Jawa Tengah, 21 Mei 2020, kemarin. Poin pertama, GP Mania menegaskan sejak awal dukungan GP Mania untuk Ganjar sedikitpun tak bergeming.

Bacaan Lainnya

“Pertama, kalau kita kan jelas, dari awal kita dukung Mas Ganjar Pranowo,” kata Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).

Kesimpulan poin kedua, GP Mania bakal berupaya hingga titik nadir bilamana Ganjar tak mendapat tiket capres 2024. Jika itu terjadi, GP Mania bakal menggalang gerakan ‘Sejuta Tiket untuk Ganjar dari Rakyat’.

Poin ketiga, tak lain keyakinan terhadap pidato ‘ojo kesusu’ Presiden Jokowi. Namun, GP Mania masih menyebut arahan ojo kesusu Jokowi baru sebatas isyarat.

“Ketiga, pidato Presiden yang nggak kalah penting adalah mengisyaratkan dukungan untuk Mas Ganjar itu sebetulnya ya,” kata Noel.

Namun, dalam politik tidak ada hal yang niscaya. GP Mania juga menyadarinya.

Merujuk slogan ‘tak ada yang pasti dalam politik’, GP Mania melihat ada 2 makna lain yang bisa saja diambil dari arahan ojo kesusu Jokowi. Sebab, dalam pidatonya Jokowi sempat menyebut kalimat ‘meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini’.

Diketahui, Ganjar dan Noel sama-sama mendengar dan menyaksikan secara langsung.

Adapun makna pertama yang dianggap bisa dipetik, yakni arahan itu benar-benar kode dukungan untuk Ganjar. Kedua, arahan dimaksud ditujukan untuk Noel sendiri. Sebab, Noel merupakan satu-satunya relawan Jokowi pendukung Ganjar yang hadir dalam Rakernas Projo.

“Saya kan hadir dalam acara Projo kan, saya hadir, dan Mas Ganjar hadir. Bahwa Presiden menyampaikan ke para peserta acara Rekernas Projo itu bahwa, ‘walaupun orangnya yang kita dukung ada di sini’, gitu, ‘tapi, ojo kesusu’, gitu. Sebetulnya kan itu jelas dan tegas ya,” papar Noel.

“Saya tidak mau menginterpretasikan. Tapi, apa yang disampaikan Presiden saat pidato, ya saya nggak tahu maksudnya ke Mas Ganjar atau apa. Karena kan satu-satunya relawan Jokowi yang mendukung Mas Ganjar kan saya doang. Entah mengarahkan ke saya atau ke mana,”

Jokowi Tak Terbebani

Pada dasarnya, GP Mania tegak lurus terhadap arahan Presiden Jokowi. Sejauh ini, menurut Noel, Jokowi membebaskan relawannya untuk menentukan pilihan politik.

Dari penglihatan Noel, Presiden Jokowi terlihat sama sekali tak terbebani saat memberi arahan ojo kesusu. Meskipun demikian, Noel mengatakan kemungkinan GP Mania beralih mendukung Puan Maharani masih terbuka, jika itu arahan langsung Presiden Jokowi.

“Melihat pidatonya disampaikan dengan hati dan perasaan yang tidak terbebani. Arahan Presiden 2024 sepertinya ke Ganjar, dalam tanda kutip. Walaupun, nanti, seandainya, kalaupun Mbak Puan pilihannya, seluruh relawan Jokowi akan memilih Mbak Puan,” pungkasnya.

Relawan Projo sendiri memilik enggan berspekulasi soal makna di balik arahan ojo kesusu Presiden Jokowi. Projo hanya bisa menegaskan kepatuhannya kepada Presiden Jokowi.

“Kami dari Projo taat dan tunduk pada perintah Pak Jokowi. Karena merah kata Jokowi, merah kata Projo. Putih kata Jokowi, putih kata Projo,” kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).

“Merah putih kata Jokowi, merah putih kata Projo,” imbuhnya.

Nantinya Projo akan menetapkan momen untuk mengumumkan capres dukungan mereka. Hanya saja, Projo mengingatkan bahwa pasangan capres-cawapres dalam pemilu harus diusung partai politik (parpol) atau gabungan parpol.

“Kita tunggu momentum yang tepat. Yang pasti, konstitusi kita mengamanatkan capres dan cawapres diusung oleh parpol atau gabungan partai politik,” ucap Budi Arie.

 

Pos terkait