Diduga Ada Praktek Gratifikasi, Yaskum Indonesia Kirim Surat Ke Istana

Jakarta – Ditengah-tengah sikap tegas Presiden RI Joko Widodo  (Jokowi) yang hendak mengedepankan dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam di bidang MINERBA untuk kepentingan rakyat, namun justru disalahgunakan oleh oknum-oknum di birokrasi pemerintahan yang diduga untuk kepentingan pribadi atau kelompok

Atas hal itu, Ketua Yaskum Indonesia Jiffy Ngawiat Prananto memberikan surat kepada Presiden Jokowi terkait undangan Dirjen Minerba Kemanterian SDM kepada Wamenkumhan.

“Yang kami pertanyakan, atas dasar dan kepentingan apa Dirjen Minerba Kementeran SDM mengundang Wamenkumhan dalam pertemuan di Ditjen Minerba Kementerian SDM pada saat jam kerja dan terlibat dalam pembahasan pertambangan swasta..”Jiffy Ngawiat Prananto. Kamis, (24/3/2022).

Merujuk pertanyaan mendasar itu, menurut dia tentunya sudah cukup untuk mendapatkan indikasi kuat adanya dugaan intervensi kekuasaan yang terjadi pada Ditjen Minerba sehingga pihaknya menolak tegas praktek-praktek demikian,

Dengan demikian, pihaknya memohon kepada Presiden Jokowi agar dapat melakukan penelitian yang mendalam dan melakukan evaluasi kinerja dari oknum yang saat ini memangku jabatan Menteri ESDM, Wamenkumham dan DIRJEN MINERBA demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.

“Kami mendugaan kuat adanya praktek dugaan gratifikasi dan intervensi oknum pejabat pemerintahan terkait dengan proses pencabutan IUP untuki kepentingan PT BKP agar mendapatkan sejumlah lokasi titik tambang,”pungkasnya. (fjr)

Pos terkait