9 Proyek Tak Tuntas, ARH : Perkimtan dan Pokja Harus Punya Tanggung Jawab Bekerja.

Bekasi – Tahun anggaran 2021 telah berakhir. Kini, menyisakan sejumlah persoalan. Seperti sejumlah proyek pembangunan gedung yang tidak tuntas.

Ketua Komisi II yang membidangi Pembangunan DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim angkat bicara. Ia menyesalkan proyek yang dianggarkan di APBD Kota Bekasi tidak tuntas dilaksanakan sesuai waktu yang diberikan aturan. Sehingga merugikan masyarakat dan daerah.

Bacaan Lainnya

“Seharusnya pemerintah melakukan evaluasi sebulan atau dua bulan terhadap semua kegiatan. Panggil seluruh rekanan. Tanya progres kegiatan. Jadi, kita tahu kinerja mereka,” ujar Arif kepada wartawan ruang Komisi II pada Rabu, (5/1/2022).

 

Karena itu, pihaknya di komisi yang membidangi pembangunan daerah akan memanggil pihak-pihak terkait. “Ini harus dipertanyakan. Kenapa bisa tak selesai.,” katanya.

Ke depan, DPRD Kota Bekasi memberikan solusi kepada Pemot Bekasi. Terutama Dinas Perkimtan agar persoalan yang sama tidak terulang lagi. “Perkimtan dan Pokja harus selektif dan obyektif dalam memilih kontraktor. Mereka harus punya komitmen untuk membangun. Punya tanggung jawab bekerja. Tidak asal jadi. Ini harus ditekankan ke depan,” sarannya.

Dan bagi rekanan yang perusahaannya kena blacklist, pria akrab disapa ARH mengingatkan, agar jangan ada tawar menawar. Karena perusahaan di-blacklist, tentu sudah melanggar aturan.

Sementara Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi seusai rapat paripurna mengatakan, tidak ada masalah jika 9 proyek yang belum tuntas tahun kemarin tetap akan dilanjut. “Kan ada aturanya. Dimana salahnya.”singkat Rahmat di Gedung DPRD Kota Bekasi.

Sebelumnya, Kabid Gedung dan Bangunan pada Dinas Perkimtan Kota Bekasi Giyarto menyebut, sebanyak ada 9 proyek yang belum tuntas dan akan dilanjutkan pada tahun 2022.

“Kita sudah alokasikan dananya Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar dari anggaran APBD 2021 atau perubahan.” ucap dia.

9 proyek itu jelas Giyarto yakni pembangunan gedung SDN 4 Sumur Batu, SDN 2 Sumur Batu, Krematorium, RS Type C Bantargebang, SMP 45, SMPN 47 SMPN 48 dan Gedung PWI dan Pbangunan Kodim. (ton)

Pos terkait