Terkait Kebijakan, Latief: Kalau Tak Bisa Menghidupi Warga, Jangan PPKM

  • Whatsapp

Bekasi – Ketua Umum Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Latief menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait kebijakan PPKM darurat diperpanjang hingga akhir Juli 2021.

Kepada wartawan, Machfudin Latif mengaku bahwa ia tak setuju jika PPKM darurat diperpanjang. Ia menyebut, jika pemerintah tetap ingin menjalankan PPKM maka pemerintah harus bersedia menghidupi masyarakat. Jika tak bisa, maka lebih baik tak menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Baca Juga :

“Kalau bisa, PPKM boleh tapi warga dihidupi, kalau nggak bisa menghidupi warga ya jangan PPKM, karena membiarkan warga di dalam rumah dan tidak bekerja sama sekali itu akan membuat mereka tertekan, nggak cari duit, dan kelaparan dan imunnya bahaya.”ujar Latif. Minggu, (18/7/2021).

Lebih lanjut Latief menagih komitmen pemerintah untuk menjalankan PPKM sesuai dengan narasi. Jika setelah 12 hari tak ada dampak signifikan, maka PPKM perlu dievaluasi.

“Saya setuju aja PPKM, seperti yang dulu di 3 Juli, asalkan komit sesuai dengan narasi. Itu kan janjinya, sesuai dengan narasi, oke kita dukung,” ucap Latif.

“Kalau setelah 12 hari nggak ada impact-nya, harus dievaluasi. Berarti mungkin PPKM ini gak efektif karena warga nggak dikasih makan,” lanjutnya.

Sekali lagi Latief menyebut apabila pemerintah tak bisa memberi makan pada masyarakat selama PPKM, maka lebih baik tak usah di lanjutkan.

“Kalau memang gak bisa memberikan makan ke warga, gak usah ada PPKM,” katanya lagi.

Nilai PPKM darurat tidak efektif

Latief juga menilai bahwa pelaksanaan PPKM darurat tidak efektif karena masih terjadi keramaian.”Maaih banyak dipusat kota tetap aja ramai,” ujar Latif.

Keramaian tersebut oleh Latif disebut terjadi karena warga yang terdesak kebutuhan sehingga harus tetap bekerja.

“Jadi memang nggak efektif, karena apa? Karena warga di sini keluar karena terpaksa buat kerja,” pungkasnya. (ton)

Pos terkait