Soal Gedung Creativ Center, Ahmad Zarkasih: Belum Diserahkan Disperkimtan ke Dispora

  • Whatsapp

Bekasi – Pembangunan gedung Creativ Center Kota Bekasi yang dibiayai oleh Banprov Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Lapangan Serbaguna.Margahayu, Bekasi Timur hingga kini belum ada tanda-tanda dipergunakan.

Padahal, pembangunan gedung tersebut telah memakan biaya sebesar Rp 5,8 miliar.

Baca Juga :

Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi Imas Asiah mengatakan, kelanjutan pembangunan gedung Creativ Center ini bertujuan untuk pelayanan kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Tahun 2021 ini, untuk menyelesaikan gedung BCCP dan pekerjaan penataannya, anggarannya Rp 9 miliar bersumber dari anggaran Banprov.”kata Imas melalui WhatsAap. Jumat, (17/7/2021) dikonfirmasi.

Ia juga mengaku gedung tersebut sudah diserah terimakan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi.”Jadi kita sudah serah terimakan dan kuncinya sudah ada di Dispora sebagai penggguna gedung.” ucapnya.

Namun pernyataan tersebut berbeda dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi Ahmad Zarkasih yang mengatakan bahwa, gedung tersebut belum diserah terimakan oleh Disperkimtan dari Sekretaris Daerah (Sekda) ke pihaknya.

“Belum ada diserahkan Disperkimtan ke Dispora dari Sekda.”kata Ahmad Zarkasih Jumat, (17/6/2021) ketika dikonfirmasi terpisah.

Dispora lanjut Zarkasih hanya sebatas mengusulkan pembangunan gedung creativ center tersebut.”Kita yang mengusulkan.”ucap Zarkasih.

Sebelumnya, Sekretaris LSM PEKAN RI Jansius Hutapea menyesalkan ketidak-jelasan belum diserah terimanya kunci gedung yang dimenangkan oleh PT Pitaco Mitra Perkasa lantaran belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Padahal kata dia, menurut Iqdal (PPTK) bahwa gedung tersebut sudah dibayarkan 100 persen dan akan dikelola oleh Pemkot Bekasi.

Gedung ini merupakan bagian dari program gubernur yang menginginkan adanya tempat untuk memfasilitasi kegiatan kreatif pemuda.

“Harusnya, tahun 2021 sudah bisa dipergunakan masyarakat hanya saja belum ada serah terima. Itu yang jadi pertanyaan Kenapa bisa begitu??.”ujar Jansius melalui siaran persnya. Rabu, (14/7/2021).

Bahkan, menurut dia dari awal, pembangunan gedung tersebut sudah ada masalah mulai dari proses lelang sampai pelaksanaan pembangunannya.

“Secara analisa kami, gedung itu wajib dibongkar ulang. Sebab kami menduga, gedung itu gagal kontruksi. lantaran tak sesuai bestek atau gambar kerja dalam perencanaan awal pembangunannya.” ungkapnya.

Lucunya lagi, Pemkot Bekasi juga akan kembali menggelontorkan biaya untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut.

“Kami juga sudah menyurati soal itu ke dinas terkait tapi sampai sekarang tidak ditanggapi. Mestinya kan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Publik patut dapat informasi.”ucap Jansius. (ton).

Pos terkait