Sekdis Perkimtan: Proyek Gedung Teknis Dilanjut Setelah Ada Rekom dari BPKP, Ispektorat dan LO dari Kejaksaan

  • Whatsapp

Bekasi – Sekretaris Dinas Perumahaan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Imas Asiah mengatakan pembangunan gedung teknis yang sempat terhenti selama dua tahun kembali dilanjutkan oleh Pemkot Bekasi.

“Proyek itu dilanjut, setelah ada rekomondasi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Kota Bekasi dan Legal Opinium (LO) dari Kejaksaan.”kata Imas melalui WhatsAap Jumat, (17/7/2021).

Baca Juga :

Imas mengatakan adapun biaya untuk kelanjutan proyek tersebut merupakan dari sisa anggaran pekerjaan sebelumnya yang kurang lebih sebesar Rp 35 miliar.

“Tapi anggaran yang tersedia dialokasi APBD murni TA 2021 sebesar Rp 15 miliar.”tutur Imas.

‘Kalau mekanisme pengadaannya sesuai rekom dari BPK dan LO Kejaksaan serta dari penghentian kontrak awal adalah melanjutkan atau addendum kontrak.”Imas menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Umum LSM PEKAN RI Untung Tampubolon mempertanyakan dasar hukum Pemkot dalam hal ini Disperkimtan Kota Bekasi untuk melanjutkan kembali pembangunan gedung teknis bersama.

“Apa payung hukumnya sehingga proyek itu dilanjut kembali. Dan apakah proyek ini dilelang apa gimana.”kata Untung menanggapi.

Bahkan, ia juga mempertanyakan urgensi menyetujui anggaran pembangunan dinas teknis tersebut oleh dewan.

Terpisah, Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengatakan, bahwa mangkraknya gedung itu akibat perencanaan yang kurang matang

“Menurut saya, banyaknya bangunan yang tidak terealisasi akibat kurang matangnya perencenaaan dalam kebutuhan pembangunan.”kata Arif ketika dihubungi. Selasa, (8/6/2021) menanggapi.

Namun begitu lanjut Politisi PDI-P ini bahwa hal tersebut juga bisa dimungkinkan dampak alokasi anggaran.

Dirinya berharap kedepannya perencanaan pembangunan yang anggarannya cukup besar jangan sampai terjadi kembali di Kota Bekasi. mangkrak dan tidak terpakai.

“Bagusnya perencanaanya harus benar-benar sempurna untuk anggaran-angaran lainnya. Saya harapkan ada kelanjutan gedung yang mangkrak. Seperti yang terjadi sebelumnya pada gedung teknis bersama yang mirip seperti rumah hantu.”ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada laporan dari dinas terkait atas lanjutan proses pembangunan gedung teknis bersama itu, Arif mengaku belum ada informasinya.”Belum update bang terkait hal itu.”pungkasnya. (ton)

 

Pos terkait