Operasi Yustisi, 29 Orang Terjaring, 9 diantaranya Pelaku Usaha

  • Whatsapp

Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota membeberkan sementara hasil operasi Yustisi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang melibatkan personil gabungan antara Polri, TNI, satpol PP dan yang lainnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Aloysius Suprijadi menuturkan tim gabungan ini telah menjaring sebanyak 29 orang yang tidak memakai masker termasuk pelaku usaha dan pengunjung.

Bacaan Lainnya

“Operasi ini perlu kembali dilaksanakan terlebih masyarakat yang semakin tidak patuh dengan prokes sehingga trend kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh varian baru saja, melainkan ditambah masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan.”kata Kapolres. Kamis, (8/7/2021).

Kapolres menjelaskan, seusai para pelanggar di sidang, mereka akan dipulangkan. “Jika mereka yang sudah disidang kedapatan kembali melanggar PPKM akan segera ditindak lanjuti dan akan menerima sanksi berikutnya berupa tambahan denda senilai 50 juta rupiah sampai dengan penutupan izin operasionalnya sampai waktu yang ditentukan,” ucapnya.

Kapolres berharap dengan dilakukannya sidang ini masyarakat bisa mematuhi aturan yang berlaku di PPKM darurat sehingga kita bersama bisa terbebas dari covid 19.

Kepala Kejari Kota Bekasi, Laksmi Indriyah Rohmulyati menjelaskan, persidangan akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.”Agar tidak memberatkan pelanggar, pasal yang diberikan adalah tindak pidana ringan yaitu sanksi yang diberikan berupa pelayanan kebersihan sampai denda yang ditentukan.”tuturnya.

“Total ada 29 KTP terjaring dalam operasi ini karena tak pakai masker, dan pedagang yang masih mengizinkan pelanggannya makan ditempat. Harusnya tidak boleh dan harus dibawa pulang,”ucap Kasie Bidang Gakda Satpol PP Kota Bekasi Agus Hermawan.

Ia mengatakan, para pelanggar diminta untuk hadir di kantor kecamatan Bekasi Selatan untuk mengikuti sidang Yustisi, para pelanggar yang sudah ditetapkan hukuman oleh hakim diharuskan membayar sanksi denda serta sanksi sosial.

“Jumlah hasil sanksi denda yang terkumpul selanjutnya di setorkan ke kas negara dengan pihak Kejaksaan sebagai eksekutor.”ucapnya.

“Dendanya bervariasi mulai dari Rp 20 ribu puluh sampai Rp 300 ribu. sedangkan denda yang terkumpul sebesar Rp.1.130. 000 dari 26 orang sedangkan penerima sangsi sosial sebanyak 3 orang,” sambungnya. (hms)

 

Pos terkait