Konfirmasi Dugaan Pungli, Sekolah Malah Sodorin Map Berisi Amplop, LSM, Itu Penyuapan. Kami Akan Proses

  • Whatsapp

Tegal – Pihak SMPN 2 Pagerbarang akan dilaporkan ke penegak hukum terkait indikasi penyuapan kepada LSM Gerhana Indonesia (GI) dan perwakilan Paralegal dari Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Kabupaten Tegal.

“Kami sangat kecewa karena saat konfirmasi terkait dugaan pungli infaq, sekolah malah menyodorkan map berisi amplop. Menurut kami, Itu sudah masuk unsur penyuapan. Cara seperti ini tidak sehat dan tidak etis.”Kata Arifin, salah satu Perwakilan dari HAMI,usai menyambangi SMPN 2 Pagerbarang. Kamis, (1/3/2021).

Bacaan Lainnya

Padahal kata dia, kedatangan pihaknya bersama LSM GI hanya sekedar Ingin mengkonfirmasi atau mengklarifikasi adanya indikasi dugaan pungli tersebut.

“Apakah betul di sekolah Ini terjadi pungli dengan dalih iuran infaq seperti yang dikatakan oleh salah satu wali murid.”ujarnya.

Menurut Arifin secara hukum, besaran iuran Infaq sudah menyalahi Perpres No 87 tahun 2016.”Besar kecilnya nominal infaq itu, kalau kita lihat secara hukum tetap salah.” tegasnya.

Sementara itu Ketua LSM Gerhana Indonesia (GI) Didit Rey mengungkapkan bahwa tindakan sekolah tidak bisa dibenarkan karena dan dianggap menyalahi Pepres No 87 tahun 2016.

“Dalam Pepres, jelas tertulis kurang lebihnya ada 50 item bentuk pungli. Salah satunya infaq.” ucapnya.

Ia juga mengaku merasa kecewa dengan sikap kepala sekolah dan Komite yang dianggap tidak kooperatif karena enggan mau ditemui.

“Dan hasil konfirmasi, kami masih belum mendapat jawaban memuaskan dari sekolah.” pungkasnya.

Atas itu, pihaknya pun berencana akan memproses dan mengawal indikasi dugaan pungli dan penyuapan hingga ke penegak hukum.

“Kami sudah mengantongi beberapa alat bukti seperti map dan amplop yang disodorkan ke kami. Sebab itu sudah masuk kategori penyuapan.” ancam Rey.

Dirinya juga merasa prihatin, dan sangat menyayangkan atas penahanan ijazah salah satu siswa karena terkesan Ijazah tersebut seperti dijadikan layaknya barang agunan.

“Jika dilihat dari kronologi bahwa Ijazah tidak bisa diambil ketika siswa belum membayar atau melunasi Infaq,” pungkasnya (pandi).


Pos terkait