Ditengah Pandemi, 39 Siswa SMAN 14 Kota Bekasi di Terima di PTN Jalur SNMPTN

  • Whatsapp

Bekasi – Pandemi Covid 19 yang melanda bangsa Indonesia tidak menyurutkan semangat siswa SMAN 14 untuk meraih kesuksesan,terbukti 39 siswa di terima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN dengan nilai rapot.

Hal ini di sampaikan kepala sekolah SMA negeri 14 kota Bekasi, Dedi Supriadi, di ruang kerjanya Selasa (24/03/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Dedi hari pertama pengumuman kemarin ada 39 siswa SMAN 14 Kota Bekasi kelas 12 sudah diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN menggunakan seleksi nilai rapot dari semester 1 sampai semester 5 dan tanpa tes ini.

“Alhamdulillah siswa Kita diterima di IPB, UPI UNJ, UIN, UNSUD, Universitas Brawijaya.dan yang sudah lapor ada sebanyak 39 orang, mudah-mudahan ini bisa bertambah terus,” kata Dedi kepada awak media Rabu (24/03/21) diruang kerjanya.

Bukan hanya itu hari ini juga bertambah lagi.hanya kita belum cek anak-anak sudah berapa yang lapor dan yang sudah diterima tapi belum lapor. Mungkin baru ketahuan total SNMPTN seminggu ke depan.

“Harapan kita melebihi tahun kemarinlah yang bisa diterima di jalur SNMPTN.kemudian untuk Siswa yang belum diterima di SNMPTN tentu harus tetap semangat dan berbesar hati. Karena kesempatan terbuka masih luas Ada jalur UTBK ada jalur ujian mandiri ada jalur PMDK yang kuotanya lebih banyak lagi,” harap Dedi.

Lanjutnya, jadi yang belum diterima di SMPTN harus tetap semangat belajar mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti UTB ada juga kan yang ke kedinasan Seperti IPDN sekolah tinggi statistik, Sekolah tinggi transportasi Darat (STTD) dan pendaftarannya belum di buka.

Adapun yang dilakukan untuk peningkatan nilai raport kepada siswa itu menjadi tantangannya luar biasa yang harus dilalui dan harus diatasi oleh guru pendidik karena tentu pembelajaran secara online menggunakan aplikasi zoom meeting Google classroom memang tidak akan efektif di banding dengan tatap muka tapi itu semua tidak hanya dialami siswa di Indonesia tapi di seluruh Dunia,

“Walaupun tidak tatap muka tapi kita tetap menyajikan pembelajaran yang menarik berupa video pembelajaran di kemas agar siswa ketika menghadapi laptop berjam jam di rumah tidak jenuh,

“Kejenuhan tentu tidak bisa dihindari tapi paling tidak kalau penyajian materi itu menarik maka kecenderungan jenuh dari siswa itu bisa diminimalisir dan pencapaian target kurikulum tentu tidak 100% tapi paling tidak bisa mencapai 70 persen itu udah luar biasa,” jelanya

Dedi berharap kedepan,kepada Guru guru untuk selalu kreatif inovatif di dalam menyajikan pembelajaran melalui pembelajaran online dan berharap juga agar secepatnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dan ini sedang kami tempuh baik dari persyaratan yang harus kita penuhi sarana dan prasarana sudah kita miliki. (ton)


Pos terkait