Pedagang Daging Mogok, Operasi Pasar Digelar Besok Pagi di Pasar Krmat Jati

  • Whatsapp

Jakarta –  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan operasi pasar akan dilakukan untuk mengantisipasi mogok jualan pedagang daging.

Operasi pasar, kata Suharini, akan digelar bekerja sama dengan Departemen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan juga dari Kementerian Perdagangan.

Bacaan Lainnya

“Besok operasi pasarnya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dengan Departemen Ketahanan Pangan Kementan,” ujar Suharini saat dihubungi melalui telepon, Rabu (20/1/2021).

Suharini mengatakan, operasi pasar digelar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur dan mulai dibuka pukul 09.00 WIB.

Dia menjelaskan, DKPKP hanya menyiapkan tempat untuk operasi pasar yang digelar oleh Kementerian Perdagangan dan juga dari Kementerian Pertanian.

Terkait stok daging yang akan dipasok dalam operasi pasar, lanjut Suharini, tergantung dari stok yang disiapkan oleh Kementerian Pertanian.

“Karena kalau operasi pasar itu ranahnya di teman-teman Kementan, kami siapkan pasar dan lokasinya,” kata Suharini.

Diketahui sebelumnya Sekertaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta Tb Mufti Bangkit mengatakan APDI se-Jabodetabek sepakat untuk melakukan aksi mogok selama tiga hari terhitung hari ini 20-22 Januari 2021.

Mufti mengatakan, alasan utama dilakukannya mogok jualan tersebut lantaran harga daging sapi di rumah pemotongan hewan semakin meningkat.

Dia menjelaskan, saat ini harga perkilogram potongan sapi yang belum dipisah antara tulang dan kulitnya sebesar Rp 95.000 dan dinilai terlalu tinggi untuk dijual kembali ke pasar.

“Ditambah cost produksi, ekspedisi total sudah Rp 120.000 lah. Sedangkan harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah Rp 120.000. Belum karyawan, belum pelaku pemotong sendiri kan harus anak istri di rumah,” kata Mufti saat dihubungi melalui telepon.

Itulah sebabnya, kata Mufti, kenaikan harga daging tersebut bukan malah menguntungkan pedagang daging, malah membuat pedagang merugi. Sehingga APDI memutuskan untuk melakukan mogok jualan. (hen)


Pos terkait