Akan Ada Aksi Masa Tuntut Kejari Ungkap Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Intan Sari Geni: Bukti harus Kuat, Jangan Fitnah

Foto. Intan Sari Geny

Bekasi – Intan Sari Geny yang juga aktifis anti korupsi ini menanggapi sekelompok masa yang akan melakukan aksi demo menuntut Kejasaan Negeri (Kejari) periksa dua Kepala Puskesmas di Kota Bekasi lantaran dugaan korupsi dana kapitasi dan BOK pada Selasa, (1/12/2020).

Intan menanggapi hal itu ketika dimintai tanggapan saat dihubungi melalui telepon selulernya Senin, (30/11/2020).

Bacaan Lainnya

Mulanya, Intan mendapat selebaran akan ada aksi demo oleh sekelompok massa mengatasnamakan Komunitas Rekan Muda Kota Bekasi (Koreksi)

Koreksi menuntut audit penggunaan dana Kapitasi BPJS dan BOK untuk Puskesmas se-Kota Bekasi.

Kedua, Koreksi menuntut Kejaksan memeriksa Kepala Puskesmas dan Kepala Puskesmas Jatiasih atas dugaan praktek korupsi dana Kapitasi.

Ketiga, Koreksi menuntut Kejaksaan periksa oknum-oknum di kedua Puskesmas tersebut atas dugaan pemotongan gaji BOK.

Ke empat, Koreksi menuntut Wali Kota Bekasi mencopot Kadinkes karena gagal melakukan pembinaan terhadap sejumlah Kepala Puskesmas se Kota Bekasi sehingga terindikasi marak terjadi praktek korupsi dana BOK dan dana Kapitasi.

Kelima, Koreksi menuntul Kejaksaan membongkar proses pengrekrutan tenaga BOK yang terindaksi terjadi praktek KKN

Intan yang juga selaku Ketua Umum Indonesia Fight Corruption (IFC) menanggapi tuduhan Koreksi tersebut Menurut Intan Sari Geny, siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi harus diproses.”Siapun yang memang melakukan tindak pidana korupsi harus diproses kepolisian, kejaksaan, dan KPK.”kata Intan.

Intan menegaskan, seharusnya mereka tidak melakukan aksi namun mengumpulkan bukti kuat untuk bisa dilampirkan saat membuat laporan.

Intan menjelaskan bukti itu tidak boleh dibuat buat. “Tapi gak boleh dibuat buat apalagi belum ada bukti permulaan yang cukup,” kata Intan.

Intan mengatakan, jika ada bukti, masa tersebut bukan melakukan aksi demo apalagi di masa pandemi ini sebaiknya diadukan dan dikumpulkan berkas berkasnya.

“Kalau ada temuan, ya diadukan aja. mungkin pengaduan itu disampaikan saja berkas berkasnya pada Kejaksan untuk cari data.” tutur pencara muda ini.

Jika mereka tak mampu menunjukkan bukti sebelum menjatuhkan dugaannya, maka Intan menyebut itu adalah pembunuhan karakter.

“Tapi kalau tidak ada data hanya isu saja, hanya analisis saja wah ini pembunuhan karakater namanya,” ucap Intan.

Intan mengatakan jika tindakan pembunuhan itu dilakukan maka seseorang dapat dikatakan melakukan perbuatan curang atau fitnah.

“Jangan sampai pejabat bekerja secara baik-baik secara benar tapi sikap dasar kita tidak suka maka kemudian cenderung kita membuat sebuah statement yang justru bisa dianggap sebagai menghina memfitnah,” ungkapnya. (ton)

Pos terkait