13 Komjen Polri Dalam Bursa Calon Kapolri

  • Whatsapp

Jakarta – Saat ini, ada 13 perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) yang bisa ikut dalam bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun akhir Januari 2021.

Dari 13 Komjen itu, sebanyak enam orang bertugas di internal Polri dan delapan lainnya bertugas di luar Polri. Meski Komjen yang bertugas di internal Polri lebih berpeluang menjadi Kapolri tapi para Komjen yang bertugas di luar kepolisian juga tetap memiliki peluang yang cukup besar.

Bacaan Lainnya

Misalnya Sutanto, Dai Bachtiar dan Tito Karnavian masuk menjadi Kapolri setelah bertugas di luar Polri, yakni di BNN dan BNPT.

Saat inipun ada dua Komjen yang bertugas di luar Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri, yakni Kepala BNPT Komjen Boy Rafly dan Sestama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo. Boy Rafly pernah menjadi Humas, Kapolda Banten, dan Kapolda Papua serta Kepala BNPT.

Maraknya isu isu-terorisme tentu membuka peluang bagi Boy untuk memimpin kepolisian. Sebaliknya keberadaan Bambang Sunarwibowi yan pernah bertugas di Asrena Polri dan Sestama BIN juga membuka peluangnya untuk memimpin Polri.

Sebab ke depan Polri memerlukan perencanaan yang promoter untuk meningkatkan kinerjanya, baik dalam bidang SDM, alutsista, sarana maupun prasarana.

Selain itu, kondisi Indonesia yang kerap dalam ancaman konflik, gerakan intoleransi, terorisme dll tentu membutuhkan antisipasi dan deteksi dini yang benar benar prima dan akurat dari seorang perwira yg pernah bertugas di BIN.

Selain dari eksternal ada tiga Komjen dari internal Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri. Yakni Wakapolri Komjen Gatot Edi yang pernah menjadi Asrena Polri dan Kapolda Metro Jaya serta berpengalaman mengendalikan situasi Jakarta saat Pilpres 2019.

Kabaharkam Komjen Agus Andriyanto yang pernah bertugas di daerah keras sebagai Kapolda Sumut dan Kabareskrim Komjen Sigit Listyo yang pernah menjadi Ajudan Presiden Jokowi dan Kapolda Banten.

Ketua Presdium IPW Neta S Pane menilai dari 13 Komjen itu, hanya 5 Komjen yang mempunyai peluang besar untuk menjadi Kapolri.

“Selebihnya ada sejumlah kendala, misalnya faktor angkatan yang lebih senior dari Kapolri Idham dan masa dinas yang hampir pensiun dan faktor lainnya.” kata Pane dalam siaran persnya Senin, (30/11/2020).

Dari pantauan IPW kata dia, bursa calon Kapolri saat ini makin riuh. Sebab masing-masing calon yang diunggulkan melakukan manuver dan berbagai aksi grilya dengan cara masing-masing.

“Mulai dari lobi-lobi tingkat tinggi, membuat berbagai kegiatan menyangkut kinerja unit kerjanya hingga event-event yang membuat sicalon mendapat penghargaan.” ujarnya.

Pada dasarnya menurut Pane, semua bintang tiga di Polri, ada 13 orang, berpeluang menjadi Kapolri. Namun IPW hanya melihat empat atau lima bintang tiga yang berpeluang kuat masuk bursa dan akan masuk penjaringan Wanjakti polri untuk menjadi calon Kapolri.

“Ketiga calon nantinya akan dipilih dua nama untuk diserahkan kepada presiden dan presiden akan memilih satu nama, untuk dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR.”ucap Pane.

Melihat persoalan polri yang semakin rumit ke depan, IPW berharap Jokowi memilih figur yang punya pengalaman, jam terbang yang mumpuni dan pernah menjadi Kapolda di Jawa sehingga instingnya dalam menjaga keamanan nasional sudah terlatih.

“Persoalan berat yang dihadapi kapolri ke depan justru persoalan di internalnya dan bukan di eksternal.” pungkasnya

Tak hanya itu, persoalan mentalitas yang berbuntut tidak promoternya anggota polri dalam penegakan hukum juga masalah berat yang tak muda diatasi.

Tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sarana prasarana polri juga membuat kepolisian Indonesia seperti tidak terarah, terutama dlm alutsista, IT, dan teknologi kepolisian.

Begitu juga tidak adanya evaluasi terhadap Grand Desain Polri membuat motto Polri yang Promoter hanya menjadi sebuah kata kata kosong yang ke depan harus ditata ulang Kapolri baru agar Polri benar benar menjadi polisi yang modern. (ton)


Pos terkait