Wali Kota Bekasi Putuskan Terapkan ATHB Ketimbang PSBB

  • Whatsapp
Foto. Rahmat Effendi

Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi fokus memberlakukan kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup (ATHB) Baru masyarakat produktif aman Covid-19. ketimbang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan secara ketat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satunya adalah dengan mengizinkan restoran hingga Alun-alun Kota Bekasi beroperasi secara normal. Demikian juga halnya dengan kantor dan mal yang juga tetap dibuka.

Bacaan Lainnya

“Kita perhatikan juga ekonomi masyarakat ini harus tetap jalan. Saya evaluasi secara rasional misal kantor kita (ada karyawan kena Covid-19), kita tidak tutup kantornya, tapi ambil penyakitnya,” kata pria yang akrab disapa Pepen itu di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (14/9/2020).

Meski begitu, dia mengakui perlu ada langkah-langkah yang perlu dijalankan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi. Mulai dari pembentukan RW Siaga hingga pembatasan aktivitas warga.

“Kami akan batasi aktivitas warga sampai jam 11 malam,” ujar dia.

Saat ini, pemerintah memperketat pendataan pada warga yang tiba dari luar kota atau setelah bepergian dari luar kota, melacak warga dengan keluhan kesehatan setelah bepergian, hingga mengawasi isolasi mandiri yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah.

Ia juga menyampaikan, dalam satu hari jumlah sampel yang diambil mencapai 200-300 menggunakan metode rapid untuk melakukan tracking. Memasuki pertengahan September ini, jumlah klaster keluarga masih menjadi perhatian, mencapai 222 keluarga.

Ia juga menjelaskan mengenai peningakatan angka Covid 19 di Kota Bekasi, berdasarkan laporan klaster keluarga yang menjadi dominan dalam peningkatan, ada yang dari luar kota juga yang seharusnya terlebih dahulu di rapid test sehingga steril saat masuk Kota Bekasi.

Dirinya berharap, agar lebih waspada dalam peningkatan ini sehingga kita bisa berhati-hati dan mencegah wabah virus ini dalam penerapan ATHB lanjutan di Kota Bekasi dan warga juga mengikuti persyaratan protokol kesehatan dengan menjaga selalu penggunaan masker saat keluar rumah. (ton)

Pos terkait