Sumur Bor di 3 Kelurahan Bantargebang Aliri 7.889 Warga

  • Whatsapp
Foto. Andre Sucipto

Bekasi – Pembuatan sumur bor artesis di 3 Kelurahan sekarang ini telah berjalan. Yaitu, di kelurahan Sumur Batu, Cikiwul dan Ciketingudik Kecamatan Bantargebang.

Kepala IPALD Disperkimtan Kota Bekasi Andre Sucipto menerangkan, kalau itu merupakan bantuan dari DKI Jakarta tahun 2018 lalu.“Iya ada 5 sumur bor yang telah dikerjakan, bantuan DKI Jakarta tahun 2018. pembuatan sumur bor sudah mengeluarkan air,” ujar Andre Jumat, (11/9/2020).

Bacaan Lainnya

Lanjut Andre, lima sumur bor di 3 kelurahan tersebut mampu mengaliri 7.889 jiwa dengan total sambungan mencapai 1.910 rumah.

“Namun beberapa bulan ini pas musim kemarau ketersediaan debit air hanya mampu mencapai 2 hingga 3 liter per detik. Jadi ada penurunan. Sebab saat hujan 1 sumur bor maksimal bisa mencapai 6 liter per detik.”katanya.

Terkait dengan adanya warga yang komplain akibat selain tidak bisa dikonsumsi, air juga tidak mengalir, Andre menjelaskan bahwa itu disebabkan kadar air di Ceketingudik berubah-ubah dan kualitasnya ainya semakin jelek.

“Dari awal kita bor air sudah bagus, makin kesini kualitas air dibawah semakin jelek (berubah kadarnya). Yang kaya disini bau, kalau diendapin itu berkerak, ada mulai kuning, nah kita untuk menjernihkan itu desain awalnya tidak untuk tritmend tapi menampung dan kemudian menyalurkan. Dimana awal desainnya kita memakai sumur air dalam (tidak memakai pilterlisasi),” terang Andre.

Dari hasil evaluasi dua tahun ini, masih kata Andre, dari permasalahan seperti itu, kami selaku operator langsung menyampaikannya ke Dinas.

“Dengan adanya persoalan ini, kami pun akan mengajukan permohonan kepada Kadis (Kepala Dinas), lalu Pa Kadis akan menaikan permohonan ke Pa Wali Kota dan munculnya nanti kebijakan seperti apa?.”ucapnya.

Namun begitu menurut Andre, solusi untuk saat ini yang paling cepat adalah menambahkan sumur disemua tempat rumah pompa, minimal dua, agar minimal 24 jam nonstop, jelas ini tekornya 500 meter kubik.

“Hal yang kedua adalah, karna diwarga dilosin yang sudah dikasih kran banyak yang dicopot,” tukasnya.

Disinggung terkait anggaran operasioanal, Andre mengakui bahwa anggaran operasional memang ada dananya.”Karena kena refocrusing lantaran Covid, maka anggaran pengadaan pompa terhambat dan pengadaan sperpart juga jadi tertunda. Itu kan lebih fokus kepada penyambungan, tapi yang dibutuhkan pompa-pompa.”ucapnya.

“Karena ada tiga pompa itu sekarang pakai pompa lama, kenapa pake pompa lama sebab waktu itu tersambar petir, untung kita punya cadangan pompa lama, kita pasang lagi. Untuk pompa baru saja anggarannya 68 juta, ya kalau pake merek lain ngga tau dah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa wilayah Bantargebang rawan dengan petir yang membahayakan seluruh onderdil yang menggunakan semuanya elekronik. (ton)

 

Pos terkait