Suami Nikah Lagi Tanpa Izin, Sang Istri Lapor Polisi.

  • Whatsapp

Bekasi – Mengetahui suaminya Nimrot (44) menikah lagi secara diam-diam dan tidak meminta izin. Sang istri MM (41) warga Jalan Kecubung II RT 02/38 Kelurahan Bojong Rawalumbu Kec Rawalumbu Bekasi melaporkan suaminya kekantor polisi.

Berdasarkan barang bukti yang didapatnya, MM melaporkan sang suami ke Polres Metro Bekasi Kota denga nomor LP /2132/K/IX/2019/Restro Bekasi Kota pada 4 Septembeer 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan, wanita yang sudah dianugrahi 2 orang anak tersebut mengatakan, dirinya sudah geram dengan tingkah laku suaminya karena sudah melakukan perzinahan dan menenlantarkan anak.

“Suami saya telah menikah sejak bulan Agustus 2020. Namun sejak dilaporkan setahun lalu, suami saya belum pernah dipanggil. Sementara sprindik penjemputan terhadap suami sudah ada sejak Maret 2019. Ini ada apa?,”kata wanita Batak ini geram Senin, (21/9/2020).

Sementara, Penasehat Hukum Pelapor, Tunggul Sitorus SH mengatakan, sejauh ini pihaknya melihat ada kesewenang-wenangan pihak PPA terhadap laporan kliennya bernama Mastaria Manurung (41).

“Sudah beberapa kali saya berkoordinasi dengan pihak penyidik PPA untuk menangkap terlapor, tapi kurang direspon,” katanya di Polres Metro Bekasi Kota Senin, (21/9/2020).

Pihaknya juga kata dia, sudah memberikan informasi selengkap lengkapnya dan siap memberikan fasilitas untuk penangkapan terhadap terlapor.

Terkait mandeknya laporan tersebut kata dia, selaku kuasa hukum akan tetap menempuh jalur hukum dan akan melaporkan hal teraebut ke Kompolnas dan Warsidik Propam Mabes Polri.

“Dalam waktu dekat, kita akan laporkan ke Kompolnas agar ada titik terangnya kasus kliennya,” ancam dia.

Menanggapi pernyataan penyidik PPA yang berdalih bahwa tidak mengetahui keberadaan terlapor, Tunggul pun tidak sependapat dengan pernyartaan penyidik PPA tersebut.

“Awalnya, mereka (Penyidik) mengatahuinya karena kuasa hukum terlapor berhubungan baik dengan penyidik PPA.Jadi engga mungkin mereka tidak tau keberedaan terlapor,” ucapnya.

“Jadi dalam perkara ini, itu urusan penyidik lah yang harus mampu menghadirkan terlapor karena koordinasi dengan penasehat hukum (PH) terlapor,” ia menambahkan.

Namun sampai hari ini pun menurut dia, pihak penyidik PPA belum ada usaha untuk melakukan penangkapan terhadap terlapor.

“Kalau menurut saya, katanya (Penyidik) usaha, saya rasa itu engga ada usaha sebab tak ada pemberitahuan ke kami, kalau usaha, itupun sama kami sebagai pelapor. Itu upaya bersama, setelah itu tidak ada lagi usaha.”ujarnya.

Kata dia, adapun tujuan pihaknya melaporkan perkara ini ke kompolnas hingga Kapolri untuk membuka dan meluruskan laporan perkara kliennya sekaligis mencari keadilan bagi kliennya.

“Laporan kami ke kompolnas hingga kapolri hanya untuk mencari keadilan,”tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Panit PPA Polres Metro Bekasi Aiptu Joko, mengatakan, adapun alasan belum dipanggilnya pelapor lantaran pihaknya belum mengetahui keberadaan pelapor.

“Kita sudah berusaha panggil dia (Pelapor), tapi orangnya tidak ada jadi gak mungkin lah kita biarkan,” jelasnya.

Meski begitu, kata Joko pihaknya tetap berupaya untuk melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

“Kita sudah berkoordinasi dan kerjasama dengan kepolisian Subang terkait keberadaan terlapor.” kilahnya.

Masih kata Joko, jika pun pihak terlapor belum juga diketahui keberedaannya, pihaknya tetap melanjutkan perkara ini sesuai Undang Undang.

“Kalau memang keberadaan orangnya (terlapor) belum diketahui, statusnya tetap lanjut namun batas waktunya sampe 13 tahun.” katanya.

Disinggung perkara ini akan dilaporkan ke Propam Mabes oleh terlapor, Joko mengatakan bahwa itu hak dari pelapor.

“Saya no coment, silahkan, itu hak pelapor sebagai warga negara.” pungkasnya.

Kemudian disinggung kembali soal pengembalian berkas P17 dari kejaksan ke penyidik, Joko menjelaskan bahwa, pihaknya belum bisa mengembalikan laporan tersebut.

“Sebab, sejauh ini pelapor belum juga dimintai keterangan sampai saat ini.” tutupnya. (ton).

 

 

Pos terkait