Sadis, Sulit Belajar, Ibu Hajar Anak Hingga Merenggang Nyawa

  • Whatsapp

Lebak – Kepolisian Resor (Polres) Lebak Polda Banten berhasil mengungkap kasus penganiayaan anak oleh orang tua kandungnya hingga meninggal, dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban karena susah menangkap pelajaran

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan pengungkapan ini bermula dari laporan aparat desa dan warga.

Bacaan Lainnya

Saat itu warga ziarah pada 12 September 2020 namun ada kecurigaan warga terhadap makam baru yang tidak ada batu nisannya dan tidak ada info ada warga sekitar yang meninggal sehingga kecurigaan itu memunculkan keinginan warga untuk mencari tahu, apa yang di kubur di makam TPU Gunung Kendeng Kecamatan Cijaku, Lebak Banten.

“Menindaklanjuti hal itu aparat desa dan warga melakukan pembongkaran makam yang disaksikan oleh polres lebak. Dan hasilnya ditemukanlah ada mayat wanita yang berusia 9 tahun masih menggunakan pakaian lengkap setelah itu dilakukan identifikasi atas mayat oleh reskrim Polres Lebak, ” kata Edy

Edy menambahkan, melalui identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak lainnya Kasat reskrim Polres Lebak mendapatkan informasi dari Polsek Metro Setia Budi. Jakarta Selatan bahwa ada laporan orang tua yang kehilangan anaknya dengan ciri-ciri sama seperti mayat yang ditemukan terkubur.

“Dari hasil informasi itu, petugas mendatangi alamat yang melaporkan diduga laporan palsu, lalu Satreskrim Polres lebak mengamankan orang tua pelaku LH (ibu kandung korban) dan IS (ayah korban) dirumah kontrakan pada Minggu dini hari (13/09/2020) di Jalan Assofa raya kecamatan Kebon Jeruk. Jakarta Barat, “ujar Edy.

Edy mengatakan lebih lanjut, dari hasil interogasi penyidik, orang tua mengakui telah menganiaya korban sehingga mengakibatkan meninggal dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban dikarenakan susah menangkap pelajaran melalui online

“Lalu ibu korban menganiaya korban dengan mencubit memukul dengan menggunakan gagang sapu sampai anaknya jatuh kelantai hingga meninggal dunia.

Menurut pengakuan ibu kandung Korban sering dianiaya dan penyidik menemukan file foto di hp pelaku dengan kondisi korban lebam mata dan bengkak mulut, “ucap Edy.

Edy sumardi menyampaikan setelah LH (ibu kandung korban) menganiaya korban hingga meninggal dunia IS (ayah korban) ikut serta membantu membawa dan menguburkan korban ke TPU kp gunung kendeng kecamatan Cijaku kab lebak yang menempuh waktu 4 jam dari kediamannya di kecamatan Larangan kota tanggerang Prov Banten, “imbuh edy Sumardi.

Kata Edy atas perbuatan tersebut orang tua korban dijerat pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 Atas Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau pasal 351 ayat (3) KUH PIDANA

“Atas perbuatannya pelaku terancaman 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga atau max seumur hidup dikarenakan pelaku orang tua kandung korban,”katanya

Terakhir Edy menyampaikan himbauan kepada masyarakat khususnya orang tua dimasa pandemi covid-19 ini pembelajaran-pembelajaran sekolah dilalukan secara online diharapkan orang tua sabar dan dengan teliti serta dengan hati mengajarkan anaknya dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

“Diharapkan para orang tua mengajarkan anaknya dalam bersekolah online ini dengan penuh kasih sayang dan dengan kesabaran, jangan dengan penuh amarah bahkan sampai dengan menganiaya anaknya.”imbuhnya. (ton)

Pos terkait