PPOT Kota Bekasi Dukung Operasi Yustisi Pemakaian Masker

  • Whatsapp

Bekasi – Sebanyak 25 warga yang melintas di Terminal Induk Kota Bekasi terkena cegatan dalam Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Pemakaian Masker) akibat tidak memakai masker.

Jumlah tersebut terkumpul sejak dimulainya operasi pada pukul 8 00 WIB hingga pukul 15 .00 WIB. Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Pemakaian Masker) digelar Polsek Bekasi Timur, TNI DIshub dan Satpol PP Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Adapun warga yang terjaring tidak memakai masker, akan diberhentikan, diminta untuk membeli masker agar tidak mengulangi kesalahan.

Slamet Riyadi, Ketua Persatuan Pengurus Otobus Terminal (PPOT) Kota Bekasi menyatakan, dukungannya pada operasi yustisi 2020 pencegahan Covid-19 yang digelar TNI-Polri serta Pemerintah Kota Bekasi.

“Sebagai pelayan masyarakat, kami sangat mendukung operasi yustisi pemakaian masker.” kata Slamet Rabu (16/9/2020) dilokasi.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus menjalankan protokol kesehatan dan tidak bosan-bosannya memberikan himbauan kepada pelaku usaha dan pengguna jasa angkutan untuk ikut berperan mencegah Covid-19 di Terminal Induk Kota Bekasi.

“Namun, ahamdulillah, tingkat kesadaran para kru, PO bus dan pelaku usaha disini sudah sangat tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. Intinya owner bus sudah tegas terhadap pengemudinya untuk wajib memakai masker, dan menyediakan hand sanitizee.”ucap Slamat.

Namun begitu, jika masih ada ditemukan para kru bus yang tidak menggunakan masker, pihaknya bersama Kepala Terminal akan terus memenekankan dan selalu intens memberikan imbauan.

“Mungkin mereka ada maskernya tapi tidak dipakai. Kalau teriak teriak begitu kan saat mencari penumpang mungkin mereka melepasnya. Saya rasa itu.” pungkasnya.

Terkait sosialisaai masker, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak terminal.”Tetap humanis saja. Karena kami tidak mau pelayanan di Terminal ini dievaluasi lagi. Saya tidak mau lagi itu,”ujarnya.

Ia juga berpesan kepada semua kru bus, owner dan para perwakilan PO dan pengurus yang tergabung di PPOT tetap bersama-sama ikut berperan aktif menjalankan protokol kesehatan.

“Maka itu saya katakan, kami PPOT mewakili owner dan juga sebagai pelayan masyarakat secara otomatis kami adalah bagian dari pengawas Covid itu sendiri,”tutupnya. (ton)

 

 

Pos terkait