Usai PPDB, Komisi IV Agendakan Sidak Soal Mebeler di Sejumlah Sekolah

  • Whatsapp
Foto. Sardi Effendi

Bekasi – Masih ditemukan adaya kursi dan meja yang rusak di sekolah negeri dan tak kunjung diperbaiki oleh Dinas Pendidikan, Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Bekasi mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat kondisi sarana prasarana di sejumlah sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi mengatakan, yang menjadi persoalan sekarang ini dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah terkait daya tampung sekolah setelah PPDB online.

Bacaan Lainnya

Karena menurut dia, persoalan daya tampung tersebut, yang harus dicek adalah soal ketersediaan sarana dan prasaran (sapras) yang ada seperti, kursi dan meja serta ruang kelas.

“Namun ini kan masih timpang, banyak yang belum tersedia.”kata Sardi pada Senin, (6/7/2020) ketika dikonfirmasi

Semestinya kata dia, perencanaan di Dinas Pendidikan harus lebih matang dan menghitung lebih cermat ketika daya tampung dan jumlah kelulusan siswa yang semakin meningkat.

“Persoalannya, apakah setiap tahun mebeler tersebut ada penambahan atau stagnan. Sebab setiap tahunnya siswa  terus akan bertambah dan meningkat.” ujar dia.

“Nah, ini berarti Disdik harus cermat dengan perencanaan di program sapras tersebut.” Ia melanjutkan.

Maka itu setelah PPBD ini, pihaknya akan fokus rapat terkait sapras di sejumlah sekolah yang dianggap tidak layak, tidak memadai dan tidak sesuai stadar.

“Sebab standar pendidikan itu kan harus ada sapras yang layak. Nah itu yang kita akan lakukan sidak nantinya.” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan bahwa setiap tahunnya kebutuhan mebeler tetap masih kurang.

Bahkan tahun kemarin ada anggaran pengadaannya namun itu belum bisa memenuhi semua sekolah dan hanya bisa memperbaikinya sepanjang itu masih dapat dipakai oleh sekolah.

“Ya kita engga mungkin penuhi semuanya. Jadi kita bertahap. Siapa yang mendesak, ya kita penuhi. Karena tahun ini kita tidak mengajukan anggaran,” kata Inay dikonfirmasi Kamis, (2/7/2020).

Ia mengaku untuk tahun 2021 pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk kebutuhan membeler sebesar Rp11 miliar.”Kita usulkan Rp 11 miliar untuk mebeler.” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang SMP Yopik Royilah menambahkan, untuk dana BOS reguler pada setiap sekolah harus melihat anggaran dan kebutuhannya.

“Kalau sekiranya di sekolah itu ada bangkunya rusak mestinya sekolah harus menganggarkan dana perawatan untuk itu (mebeler).,”ungkapnya.

Pihak sekolah menurut dia, jangan hanya berharap dari usulan pengadaan semata. Sebab untuk dana BOS pusat itu ada aturannya. meskipun begitu, setiap rahun pihaknya tetap selalu mengusulkan pengadaan mebeler.

“Benar kata Pak Kadis, Disdik belum bisa memenuhi kebutuhan sekolah semua. Jadi kepseknya harus kreatif, mana yang diperioritaskan yang harus dilaksanakan,” jelas Yopik.

“Misalnya, disekolah banyak kursi atau meja yang rusak, nah itu yang harus diperioritas dulu daripada komputer atau yang lainnya.” pungkasnya. (ton)

Pos terkait