Pembongkaran Jembatan Tumpang Pejuang Ditolak Warga

  • Whatsapp

Bekasi – Pembongkaran Jembatan Tumpang (Irigasi) yang melintasi Sungai Kapuk di Jalan Anggrek 2, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi kembali gagal dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, setelah menuai protes warga sekitar.

Warga melancarkan protesnya dengan berunjuk rasa, Selasa (28/7/2020). Mereka yang berunjuk rasa merupakan warga dari berbagai rukun warga (RW)  di antaranya RW 16, 17, dan 20.

Bacaan Lainnya

Pemantauan dilapangan massa berkerumun di sekitar lokasi jembatan sambil berteriak-teriak menolak pembongkaran. Spanduk besar terbentang di atas jembatan yang ‘memagari’ aliran sungai ke wilayah komplek perumahan mereka.

“Ada jembatan ini saja, setiap musim hujan kita selalu kebanjiran hingga selutut orang dewasa, apalagi nanti dibongkar,” kata Jackson, satu warga.

“Oleh sebab itu kami dari dulu menolak rencana pembongkaran jembatan,”  ucap warga RW 17 ini.

Informasi yang dihimpun, rencananya pada Selasa (28/7/2020) akan ada pembongkaran terhadap jembatan tersebut. Hal itu berdasarkan surat perintah pembongkaran yang dikeluarkan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Bekasi.

Sejak pagi petugas dari Satpol PP dan kepolisian Kota Bekasi pun sudah berada di lokasi. Sementara kedatangan petugas disambut massa.

Setelah melakukan pertemuan dari perwakilan warga dan Pemkot Bekasi,  pembongkaran akhirnya kembali ditunda sampai batas waku yang belum ditentukan.

“Disepakati rencana pembongkaran hari ini kembali ditunda sampai dilakukan perbaikan antara lain normalisasi Sungai Kapuk, pembangunan folder, rumah pompa, serta pemasangan pompa air lingkungan,” kata Ketua RW 19, Nanang Julianto. (ton)

Pos terkait