Ditengah Pandemi, Sertijab Kepsek SMAN/SMKN Digelar Digedung Mewah

  • Whatsapp

Bekasi – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III menggelar acara Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri se-Kota Bekasi ditengah Pandemi Covid – 19 yang tak kunjung tuntas.

Acara diadakan di Graha Bintang, Jl. WR Supratman, Mustika Jaya. Jumat (17/7). Salah satu gedung pertemuan mewah di Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Suasana serah terima digelar bak  sebuah acara serah terima jabatan eselon dua.yang dipandu kepala seksi (kasi) Pengawasan KCD wilayah III, Awan Suparwana usai shalat Jumat.

Kepada Kepala Kantor Cabang (KCD), Wikayah III Casmadi, Pemerhati Pendidikan Tomu Silaen mempertanyakan urgensi sertijab yang digelar di gedung mewah ditengah pandemi Civid-19.

Ia juga mempertanyakan seputar penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang menyisakan banyak persoalan yang belum tuntas

“Mulai dari perubahan juknis secara sepihak sampai adanya indikasi manipulasi di Jalur Prestasi, Zonasi dan Jalur ABK (anak Berkebutuhan Khusus).” kata dia usai acara sertijab yang digelar di Gedung Graha Bintang, Jl. WR Supratman, Mustika Jaya. Jumat (17/7/2020),

Ditegaskannya, kejanggalan-kejanggalan di PPDB adalah murni tanggung jawab Dinas Pendidikan terlebih KCD Wilayah III. Dan terkait acara sertijab, Tomu mengatakan bahwa acara ini sangat tidak pantas digelar di gedung pertemuan mewah sekelas Graha Bintang.

Senada, Lamhot Capah juga melontarkan pertanyaan sumber dana acara sertijab. Padahal kata dia dari spanduk yang dipasang jelas bertuliskan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III. Kemudian ada lambang Pemda Provinsi Jawa Barat.

“Jadi, jika mengacu pada spanduk tersebut, acara sertijab itu resmi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan KCD Wilayah III.” tegas Capah.

Kepala Kantor Cabang (KCD) Wilayah III Casmadi mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui asal sumber dana sertijab dan bahkan terkesan melepar tanggungjawab.

“Sepengetahuan, saya acara sertijab ini dikoordinir oleh Ketua MKKS,” singkatnya.

Menanggapi jawaban Ketua KCD yang tidak mengetahui sumber dana sertijab tersebut, Lamhot menilai bahwa Casmadi seorang pemimpin yang sangat tidak bertanggung jawab.

“Bagaimana acara resmi kedinasan yang dihadiri oleh semua kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara dan tata usaha, serta dipimpin oleh Kepala KCD, tidak jelas sumber dananya?” tanya Capah.

“Ini kan bukan acara arisan emak-emak. Ini acara resmi. Ada spanduk acara dan ada lambang pemda provinsi Jabar didalamnya. Ada juga pembacaan keputusan Gubernur. Aneh kalau Casmadi mengatakan tidak tahu sumber dana acara dan melemparkannya ke ketua MKKS,” sindir Lamhot. (yan).

Pos terkait