Datangin Disdik dengan Alasan Ingin Bantu Calon Siswa, BKD : Itu Tak Pantas

  • Whatsapp

Bekasi – Dua anggta DPRD inisial S dan Am mendatangi Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada Kamis (2/7) kemarin. Kedatangan kedua dewan tersebut dengan alasan hendak membantu  orangtua calon siswa agar diterima di SMP Negeri.

Menurut Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Lilis Nurlia bahwa tindakan kedatangan dua anggota dewan ke Disdik tergolong tidak pantas.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, ia pun tidak membenarkan atau pun menyalahkan kedatangan kedua dewan tersebut lantaran menurut dia, secara kode etik tidak ada yang dilanggar.

“Dari Kode etik, tidak ada pelanggaran, tapi tindakannya tidak pantas datangin Disdk. Kan ada jalan lain,” kata Lilis ketika dimintai tanggapan di ruang BKD, Senin (06/7/2020).

Ia menyebut, kemungkinan kedatangan dua anggota dewan ke Disdik sebagai upaya untuk membantu konstituen yang selama ini mendukungnya.

“Kalau sekedar usaha untuk membantu konstituen yang selama ini mendukung, ya itu salah satu usaha dia, tapi kalau dari  kode etik itu ngak ada pelanggaran, misalnya saya bisa aja begitu, Apa salahnya saya telepon kepada Disdik tolong titip ini cuma karena tidak ketauan,” kata Lilis.

“Tujuan saya ke kemari (Disdik) hanya sekedar membantu masyarakat yang meminta tolong ke saya untuk daftar PPDB yang tidak diterima, namun ditolak oleh mereka (Disdik).” ujar S bersama Am sebelumnya ketika dikonfirmasi usai keluar dari Kantor Disdik. Kamis, (2/7/2020),

Diakuinya, bahwa Ia ke Disdik karena ada salah satu orang tua calon siswa minta tolong anaknya dibantu masuk sekolah. Tapi calon siswa tersebut tetap tidak bisa diterima masuk di jalur Zonasi yang dipilih.

“Disdik gak bisa bantu, kalau gak bisa mau ngapain lagi,” tutur S di halaman kantor Disdik.

Am mengaku membantu saudaranya yang mendaftarkan Sekolah melalui PPDB Online di SMPN 6 namun juga tidak diterima.

“Ada saudara saya tinggal di Pondok Gede tidak masuk dalam jalur Zonasi, saya kira masih bisa ditolongin ternyata tidak, ya udahlah,”kata Am sembari terseyum.

Saat dipertegas tujuan kedatangan untuk menemui pejabat Disdik apakah untuk meloloskan saudaranya ?, Am terkesan berkelit menjawab bahwa Ia hanya mempertanyakan titik kordinat.

“Tidak. Saya hanya mempertanyakan saja apa benar titik kordinatnya hanya itu,” kilah dia.

Saat dipertegas lagi apakah masyarakat dapat minta tolong ke DPRD di dapil masing-masing. Seperti yang di lakukan anggota Dewan hari ini untuk membantu calon siswa sulit masuk melalui PPDB. dengan tegas kedua anggota dewan tersebut mengatakan berulang-ulang tidak bisa.

“Gak bisa, gak bisa juga, gak bisa, kagak bisa mereka (Dewan) sesuai aturan,” Kata S dan Am bebarengan sambil bergegas meninggalkan lokasi.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar membenarkan, dua anggota DPRD yang datang menemuinya untuk menanyakan proses PPDB online

“Benar ada anggota Dewan hanya untuk mempertanyakan proses PPDB online,” pungkasnya. (ton).

Pos terkait