Dugaan Penipuan Sembako, Pelaku Kantongi Ratusan Juta

  • Whatsapp
Foto. Korban penipuan

Banten – Penipuan berkedok paket sembako lebaran dan bahan baku sembako murah terjadi diwilayah Tigaraksa Kabupaten Tangerang Banten.

Karena murah, para korban rela mentransfer uang 20-50 juta rupiah kepada pelaku. Bahkan ada korban yang sudah menyetorkan uang hingga 200 juta rupiah kepada pelaku.

Bacaan Lainnya

Para korban mulai membuat laporan ke Polresta Tangerang Banten pada Sabtu 14 Mei 2020. Mereka mengaku menjadi korban dengan pelaku seorang wanita berinisial A (34) asal Pinang, Tigaraksa.

Salah satu korban Ani Dwi Fitriani (23) menceritakan penipuan berkedok sembako lebaran mulai terjadi Mei ketika merebaknya virus corona.

Ani yang telah membuat laporan ke Polresta Tangerang mengaku tergiur dengan harga sembako murah. ia pun kemudian mengorder dan mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 52 juta, tapi sampai sekarang, sembako yang dijanjikan belum dikirim.

“Setiap saya tanya, dia (pelaku) cuma suruh saya sabar,” ungkap Ani yang juga sebagai mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah saat ditemui, Kamis (14/5/2020).

Ia mengatakan, awalnya ia tertarik dengan ajakan seorang temannya untuk bekerja di tempat pelaku dengan imbalan Rp 2,5 juta per bulan sejak 6 April 2020 lalu.Namun, alih-alih mendapat gaji, justru saat ini Ani dituntut mengganti uang para konsumen yang merasa tertipu.

“Kami tidak digaji dan sekarang suruh mengganti uang para konsumen,” lirihnya.

Untuk memuluskan aksinya pelaku sengaja menyewa sebuah rumah di Triraksa Village 1 Blok A3, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Rumah tersebut dijadikan tempat oleh pelaku mengemas bahan sembako yang sudah dipesan.

Bahkan, untuk lebih meyakinkan korban, pelaku juga mempekerjakan beberapa orang karyawan yang bertugas mengemas bahan-bahan sembako seperti minyak goreng, gula, dan beberapa kue kering.

Parahnya lagi, para karyawannya juga diminta untuk ikut mengorder dan mencari konsumen yang mau memesan paket sembako dengan syarat membayar penuh di muka.

Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Gogo Galesung belum dapat memberikan keterangan terkait kasus tersebut.”Nanti saya cek dulu,” singkatnya. (riz) 

Pos terkait