Efek Covid -19, Permohonan Paspor Menurun Sampai 30 Persen

  • Whatsapp

Bekasi – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Bekasi mengalami penurunan jumlah pemohon pembuatan paspor sampai 30 persen sejak menyeruaknya wabah virus Corona atau Covid-19.

Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikim) Imigrasi Kelas II Non-TPI Kota Bekasi Danis mengatakan, setelah adanya wabah corona, pihaknya merasakan dampaknya.

Bacaan Lainnya

“Sekitar 30 persen kami mengalami penurunan, memang banyak orang yang menunda untuk membuat paspor,” katanya, Kamis (19/3/2020) ketika ditemui.

Menurut dia, masyarakat khawatir terhadap wabah tersebut, sehingga melakukan penundaan pembuatan paspor.“Karena mungkin ada rasa takut.Tapi, kalau di Kota Bekasi yang paling banyak itu pendaftar umrah. Tapi, setelah ditutup oleh Pemerintah Arab Saudi mulai berkurang,” ucapnya.

“Kalau kami sendiri menyikapinya dengan tetap memberikan pelayanan dari rumah tapi ada juga di kantor. Karena itu sesuai peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, jadi Imigrasi tetap akan memberikan pelayanan,” ujarnya.

Meski begitu, kata Denis pihaknya  selalu berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bekasi untuk saling tetap bertukar nformasi. Tapi sejauh ini, kami belum melakukan pengecekan WNA yang tinggal di Kota Bekasi.

“Sejauh ini Kami hanya berkoordinasi dengan Dinkes. Mungkin beberapa hari kedepan akan berkoordinasi lagi.”tuturnya.

Adapun upaya yang dilakukan untuk pencegahan dan mengurangi wabah tersebut, Imigrasi menyediakan Hand Sanitizer atau sabun pencuci tangan pada setiap ruangan.”Kita sediakan hand Sanitizer atau cairan pencuci tangan khususnya di ruang pelayanan,”ucapnya.

Sementara, untuk data pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP) warga negara asing (WNA) per 2 Maret 2020, ia menuturkan, ada sebanyak 441 orang. Pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 304 orang dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) sebanyak 1163 orang.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti aturan pemerintah, jaga kesehatan, hindari keramaian dan tidak pergi keluar kota alias tinggal di rumah.

Seorang pemohon paspor Fajar sengaja membuat paspor sebagai persiapan untuk keberangkatannya.”Sebagai persiapan saja, urusan keberangkatan saya serahkan kepada yang maha kuasa. Tapi ini saya baru permohonan saja,”tuturnya.

Ia berharap wabah Covid-19 ini dapat berakhir dan tidak berlarut.”Tentunya, saya juga berharap, virus ini cepat berlalu dan segera tertangani dan jangan terlalu lama. Soal kesehatan semuanya saya pun menyerahkan semuanya kepada Allah, tapi kami juga tentu perlu selalu mawas diri,”katanya. (ton) 

Pos terkait