30 Penanam Hidroponik Disertifikasi BBPP Lembang

  • Whatsapp

Bandung – Sertifikasi profesi merupakan hal penting bagi SDM pertanian untuk mendapat pengakuan baik di dalam negeri maupun dunia internasional akan kompetensi yang dimiliki. Untuk itu Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Sertifikasi Profesi Penanam Tanaman Hidroponik.

Kegiatan diselenggarakan dari mulai 18–20 Maret 2020 yang diikuti oleh 30 Asesi yang telah mengikuti pelatihan vokasi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama sepekan pada tanggal 10-17 Maret 2020. Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian, menjadi TUK bagi para Asesi ini.

Bacaan Lainnya

Tim asesor kompetensi untuk penanam tanaman hidroponik adalah salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Budidaya, Hendra Gunawan; Praktisi Hidroponik dari Bogor, Teddy Rachmat Muliady; dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupten Kediri, Jawa Timur, Sunandar; dan Asesor Lisensi dari LSP Pertanian Kementerian Pertanian, Andy Susilo. Widyaiswara sekaligus Kepala TUK Mandiri BBPP Lembang.

Abd Rohim mengatakan, tim asesor sebelum memberikan rekomendasi Kompeten (K) dan Belum Kompeten (BK) kepada Asesi harus melalui beberapa rangkaian kegiatan sertifikasi.  Seperti  konsultasi pra asesmen (KPA) berupa verifikasi APL-01 dan APL-02 beserta portofolio, dilanjutkan penyampaian hasil KPA, lalu proses asesmen yang terdiri dari ujian tulis, unjuk kerja, dan pendalaman melalui wawancara.

“Lalu ada juga proses pemberkasan yang terdiri dari penyusunan, penilaian dan penandatanganan dokumen,” ucapnya, Jumat (20/3/2020).

Salah satu rangkaian proses asesmen setelah ujian tulis adalah unjuk kerja. Unjuk kerja dilakukan terhadap unit kompetensi yang menjadi titik kritis pada kompetensi Penanam Tanaman Hidroponik.  Yakni merakit tiga sistem hidroponik, meracik nutrisi hidroponik, menyemai benih, dan menanam bahan tanam.

Kegiatan sertifikasi diakhiri dengan pengumuman rekomendasi K atau BK terhadap Asesi oleh Asesor, pemusnahan berkas, dan penutupan.  Hasil akhir kegiatan sertifikasi ini seluruh Asesi dinyatakan mendapatkan rekomendasi Kompeten oleh Asesor.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendukung program Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo. Yakni mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Berbagai program juga dilakukan di seluruh lingkup Eselon I Kementerian Pertanian dan saling berkolaborasi mewujudkannya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mencanangkan tiga program aksi sebagai acuan pelaksanaan program Kementan. Yaitu Kostratani;  Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun. Lalu penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementan seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.  (dec) 

 

 

Pos terkait