Kronologis Pengeroyokan dan Penganiayaan di Makam Kramat Luar Batang.

  • Whatsapp

Jakarta – Sejumlah oknum melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Ketua Nazhir Masjid Jami makam Kramat Luar Batang, Habib Muhammad Fahri Alaydrus pada 14 Jamuari 2020 sekitar pukul 14.30.WIB.

Habib Muhammad Fahri Alyidrus menjelaskan, kejadian ini bermula pada saat ia beserta Habib Ibrahim, dan Keluarga melakukan pengurusan surat pada BPN Jakarta Utara untuk penerbitan Sertifikat Wakaf Masjid Jami Makam Kramat Luar Batang.

Bacaan Lainnya

“Lalu, petugas BPN setempat menginformasikan kepada Habib Muhammad Fahmi untuk mengadakan pengukuran di lokasi Masjid Jami Makam Kramat Luar Batang pada Selasa 14 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.” kata Habib Fahri. Selasa, (4/2/2020).

Dikatakan, sekitar pukul 14.00 petugas BPN Jakarta Pusat datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran yang disaksikan oleh ia sendiri dan, Habib Ibrahim bersama keluarga Ashhobah serta satu orang rekannnya bernama Adi.

Namun, pada saat pengukuran, petugas BPN didatangi oleh seorang oknum berseragam ormas berinial M yang mengaku sebagai sekretaris masjid.

“Karena tak terima, oknum itu pun diduga lakukan imtimidasi petugas BPN dengan berkoordinasi via hanphone dengan seseorang yang “diklaim” oleh oknum bahwa yang ditelpon adalah salah satu anggota DPRD Provinsi DKI dapil setempat.” tuturnya.

Sebutnya, dalam komunikasi itu, oknum tersebut pun mengaku bahwa yang ia telepon itu adalah salah satu anggota dewan sekaligus ketua RW dan ketua DKM Masjid setempat.

“Selanjutnya, Hp ia pakai lalu di berikan secara paksa kepada petugas BPN sehingga terjadi kesan intimidasi lewat handphone terhadap petugas BPN Jakarta Utara dan dirinya, ” ia menjelaskan.

Selanjutnya oknum tersebut mengambil handphonenya kemudian pergi meninggalkan lokasi. Namun selang berapa lama oknum tersebut kembali datang dan kemudian mengintimidasi petugas BPN. “Upaya ini kemudian di halang halangi oleh Habib Fahmi dengan tujuan melindungi petugas BPN.”bebernya.

Tak terima dihalangi, oknum tersebut kemudian mendorong, meghina, mengancam dan berkata kasar kepada Habib Ibrahim, sementara Habib Fahmi sudah menyampaikan bahwa kapasitasnya adalah Nazhir Makam Keramat Luar Batang.

Selang berapa lama terjadi perdebatan antara oknum dan Habib Fahmi kemudian terjadi pemukulan terhadap alat alat pengukuran petugas BPN dan terhadap Habib Fahmi.

Karena adanya pemukulan tersebut, sempat terjadi kekisruhan massa terhadap keluarga Masjid Jami Makam Kramat Luar Batang yang kemudian terjadi pemukulan secara brutal dan membabi buta terhadap tiga orang temannya yakni Adi, Habib Fahmi dan Habib Ibrahim

Setelah mendapat pemukulan, ketiga korban kemudian diamakan di dalam Rumah Keluarga Masjid Jami Makam Keramat Luar Batang. Bahkan ketiganya juga mendapat teriakan ancaman dari sejumlah orang.

Selanjutnya setelah di dalam rumah keluarga Masjid Jami Makam Keramat Luar Batang Habib Husien Fikri Alydrus (pengurus Masjid Jami Makam Luar Batang) menelepon Polsek Penjaringan dan tak selang berapa lama dua petugas tiba di lokasi.

Petugas pun langsung berbicara untuk mengajak Habib Fahmi untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan atau laporan. Karena tak terima dianiaya, Habib Fahmi pun membuat laporan terkait pengeroyokan, penganiayaan, dan Ancaman terhadap dirinya.

Ia pun mengaku dirinya bersana ketiga temannya yang juga korban baru bisa keluar dari Makam keramat Luar Batang setalah Azan Magrib atau sekitar pukul 18 30 WIB.

Tanpa berfikir panjang, ia kemudian melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun laporan tersebut sampai saat ini belum juga di tindak lanjuti ketingkat penyidikan. (has) 

Pos terkait