Guru SMA Negeri 12 Bekasi Diduga Pukuli Muridnya

  • Whatsapp

Bekasi – Sebuah tayangan video berdurasi 14 detik tengah viral di jagat maya. Video itu menampilkan seorang guru yang memukuli muridnya dengan kepalan tangan. Dalam tayangan video itu, nampak terdapat sejumlah murid berbaris di lapangan. Sebagian dari mereka berdiri dan dipukuli secara bertubi-tubi oleh oknum guru.

Peristiwa memilukan itu terjadi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Sekolah itu berada di wilayah Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Belakangan peristiwa itu dipicu karena beberapa siswa telat masuk sekolah dan tidak menggunakan ikat pinggang sebagaimana yang diterapkan pihak sekolah.

Muat Lebih

Salah satu korban dengan inisial RF, 17, mengatakan kepada pamanya Andika, 28, sebanyak lima murid yang menjadi korban kekerasan. Mereka dipukuli gegara tidak memakai ikat pinggang dan terlambat masuk sekolah.”Keponakan saya pundaknya kesakitan karena dipukul guru sekolah,” katanya.

Kejadian itu bermula ketika keponakannya dan murid lain mendapat hukuman dari sekolah lantaran tidak memakai ikat pinggang saat masuk sekolah pada, Selasa (11/2). Biasanya mereka yang terlambat akan dikenakan sanksi berdiri di halaman sekolah. Namun, kali ini sikap dari guru tersebut berbeda.

Sehingga, lima orang mendapatkan hukuman akibat tidak pakai ikat pinggang. Sisanya ada yang dihukum karena terlambat masuk sekolah. Setelah pulang sekolah, kata Andika, keponakannya RF mengeluhkan sakit di bagian pundak ke orangtuanya berinisial ST. Setelah ditanyakan, baru RF menceritakan kondisi sebenarnya.

Akibatnya, korban mengalami memar di bagian pundak akibat dipukul guru sekolah dan kancing baju sekolahnya juga sobek. Bukan itu saja, pengakuan RF kepada orangtuanya, ada empat rekannya juga yang dipukul guru sekolah. Hanya saja, kata dia, empat rekannya belum berani melapor.

Atas kejadian itu, pihak keluarga RF melaporkan kejadian ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bekasi untuk menelusuri kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya.”Jadi kami laporkan kasus ini agar tidak kembali terulang kembali,” tutupnya.(ton) 

Pos terkait