Dinkes Sebut Balita Kurang Gizi di Kota Bekasi Terus Menurun

  • Whatsapp

Bekasi – Dinas Kesehatan mencatat Jumlah balita yang mengidap kurang gizi di Kota Bekasi menurun dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 balita kurang giszi mencapai 4,5 persen dan tahun 2019 mencapai 3,8 persen.

Kepala Seksi Sekga Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Rani Listiawaty mengatakan, angka tersebut menunjukan adanya penurunan jumlah balita yang mengalami kurang gizi dibanding tahun 2018 dan tahun 2019. Lantaran pihaknya terus melakukan perbaikan gizi. Upaya itu dilakukan tidak hanya untuk kalangan balita saja, melainkan juga kepada ibu hamil.

Muat Lebih

“Tahun ini menurun lantaran kita juga perioritaskan pemberian tambahan makanan (PMT) yang di droping dari Kemenkes berupa biskuit balita kurus dan gizi buruk.”kata Rani ketika ditemui Rabu, (26/2/2020).

Untuk mendapat asupan tersebut jelas dia lebih dulu pihaknya melihat kondisi bayi tersebut baik dari berat badan saat penimbangan maupun tinggi badan bayi.

“Ketika kita dapatkan datanya, langsung kita distribusikan untuk dibagi-bagikan, Setelah kita bagikan, nanti kita evaluasi, apakah ada peningkatan atau tidak  Kalau tidak, akan kita periksa lagi apakah ada, penyakit penyertanya,”ucap dia.

“Kalau misalnya dia (bayi) hanya kurang asupan makanan, kita akan berikan PMT dan biasanya, berat badan bayi langsung cepat naik. Tapi kalau ada penyakit penyertanya, maka penyakitnya dulu yang kita tangani,”ia menambahkan.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk batas waktu evaluasi yang dillakukan pada setiap posyandu, pihaknya hanya diberi waktu 90 hari.

“Biasanya, 90 hari untuk kita lakukan evaluasi. 30 hari pemberian pertama, kemudian 30 hari untuk pemberian kedua.”Total pemberian untuk balita (kurus), itu sekitar 90 hari,”terang Rani.

Sementara, Ahli Gizi atau Nutrisionis pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Witrianti menambahkan, untuk pemberian makanan tambahan pada balita harus sesuai juknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

“Dalam sekali makan, satu balita itu seharinya kita berikan 3 bungkus dengan berat 40 gram. Dalam satu bungkud, isinya ada empat keping biskuit balita. jadi kita engga berikan langsung dus-dus an”tuturnya.

“Memang, juknisnya itu, peruntukannya untuk balita kurang gizi dan kita membaginya juga bertahap. Kan ada persier, premier, dan sekunder dan kita baginya presier,”kata Witrianti. (ton)

Pos terkait