Warga Kaliabang Tengah Keluhkan Keterlambatan Sertifikat PTSL

  • Whatsapp

Bekasi – Keterlambatan dalam penerbitan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) 2019 juga dikeluhkan warga Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Setidaknya ada 5.500 bidang tanah yang hingga saat ini belum selesai serifikat nya.

Sebut saja PN (65), warga RT 04 RW 01 mengaku telah mendaftar program sertifikat PTSL pada awal  tahun 2019 lalu. Namun hingga kini belum juga menerima sertifikat PTSL tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan telah memenuhi semua persyaratan untuk mengikuti pembuatan sertifikat PTSL. Bahkan sudah membayar uang pengurusan sertifikat PTSL sebesar Rp 750 ribu untuk satu bidang, dengan DP yang kita berikan sebesar Rp400 ribu dan sisanya setelah sartifikat selesai.

“Berkas semua sudah lengkap. Saya juga sudah bayar biaya administrasi Rp 400 ribu untuk biaya meterai, pengukuran tanah, dan administrasi lainya melalui Pokmas,” ujarnya kepada wartawan Jumat, (16/1/2020).

Sena halnya dengan MD (45) warga RT 05 RW 01 juga mengaku sudah membayar uang sebesar Rp 400 untuk pengurusan serifikat PTSL awal tahun lalu.

Dulunya jelas dia, sertifikat tersebut dijanjikan akan selesai pada bulan Agustus 2019 namun tak kunjung ada.  Kemudian dijanjikan kembali akan selesai bulan Desembar tapi tetap juga belum selesai hingga saat ini.

“Kita jadi bingung, diwilayah lain sudah selesai bahkan sudah dapat dipergunakan, tapi di Kaliabang kok belum selesai juga.Bukannya pengurusannya bisa selesai dalam waktu 3 bulan.” tanya md heran.

Sementara Lurah Kaliabang Tengah Sri Setianingrum ketika di konfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan bahwa, keterlambatan sertifikat PTSL dikarrnakan banyaknya pemberkasan dari pemohon tidak lengkap. Salah satunya terkait surat waris.

“Pemohon awalnya membuat surat keterangan waris dan berkasnya masuk ke BPN dan ternyata bukan surat keterangan waris, tapi surat pernyataan waris sehingga berkasnya dikembalikan lagi ke Pokmas untuk di perbaiki oleh ahli waris pemohon.” jelas Sri.

“Ada juga lagi Akta Jual beli (AJB) nya tidak ada, kan harus dilengkapi lagi bang,.” tambah Sri.

Dja menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar menunggu selesainya sertifikat PTSL.”Berkas semua sudah masuk kerja BPN dan tinggal menunggu BPN bekerja. Kan banyak Bang yang harus di tanda tangan. Ya ada sekitar 20 ribu sertifikat.” ujar dia.

Ia berharap pihak BPN dapat menyelesaikan keterlambatan sertifikat tersebut hingga bulan Februari mendatang dan mudah – mudahan bisa cepat selesai. (yan)

Pos terkait