Sekjend PP Muhammadiyah Anwar Abas Kembali Gemakan Puisi Atas Nama Pribadinya

  • Whatsapp

Jakarta – Puisi yang ia beri judul “NEGERIKU DALAM BAHAYA” diduga ia tuliskan untuk merepresentasikan kondisi bangsa yang kian semerawut akibat korupsi yang kian merajalela.

Puisi tersebut mendesak Presiden Jokowi untuk bersikap tegas menangkap para penjahat di bangsa ini. Berikut puisi ini disampaikan;

Bacaan Lainnya

NEGERIKU DALAM BAHAYA.

Negeri ini dalam bahaya.
Korupsi di mana-mana.
Yang rugi tidak hanya negara tapi rakyat banyak juga menjadi korbannya. Untuk itu negara tidak boleh lagi bersantai-santai menghadapinya.

Sikap keras dan tegas harus ditegakkan karena kalau tidak tikus-tikus lapar ini akan terus bergentayangan dan menggerus keuangan negara baik secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama.

Kita selama ini membangun dan berhutang karena kita tahu uang kita kurang dan atau tidak ada.

Tetapi ternyata mereka-mereka yang bermental bejat tersebut malah mencuri dan merampoknya.

Ini adalah sebuah pengkhianatan besar yang telah mereka lakukan kepada bangsa dan negaranya.

Untuk itu tangkap dan arak mereka.
Ikat mereka di monas berhari-hari agar kita bisa melihat mereka secara bersama-sama.

Karena kita ingin tahu mereka-mereka yang selama ini bermuka manis ternyata adalah drakula-drakula yang menghisap darah bangsanya tanpa ada rasa berdosa.

Presiden Jokowi tindak dan tangkap mereka agar negara dan bangsa ini bisa maju dan jaya.

Jakarta, 13 Januari 2020.
Anwar Abbas, Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Muhamadiyah

Pos terkait