Ketua Komisi 3 Prihatin Nasib Pedagang Bantargebang

  • Whatsapp

Bekasi – Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami oleh pedagang Pasar Bantargebang di tengah proses revitalisasi pasar yang tengah berlangsung.

Bang Muin prihatin lantaran para pedagang tidak mendapat tempang penampungan sementara yang layak untuk para pedagang berjualan selama proses revitalisasi pasar berjalan.

Muat Lebih

“Sangat memprihatikan para pedagang disuruh menempati tempat yang sangat tidak layak sekali. Ini bukan tempat penampungan, ini hanyalah manipulasi yang dilakukan Pemkot terkait masalah tempat penampungan sementara, yang seharusnya dilakukan di luar dari pasar Bantargebang ini,” kata Muin, belum lama ini saat berdialog dengan para pedagang.

Ia juga menyoroti proses revitaliasi pasar yang menurutnya lebih layak disebut renovasi ketimbang revitalisasi.

“Yang terjadi ini bukan revitalisasi, ini adalah renovasi. Karena yang namanya revitalisasi itu pembongkaran secara total dan pengalihan dari seluruh pedagang untuk mencarikan tempat penampungan. Itu adalah salah satu syarat wajib yang harus dilakukan oleh pengembang,” jelasnya.

Lanjut, DPRD dalam waktu dekat menjadwalkan pertemuan dengan Pemkot Bekasi dan pihak pengembang, untuk membahas Pasar Bantargebang ini. DPRD menuntut transparansi terkait proses tender revitalisasi oleh Pemkot Bekasi yang menelan dana lebih dari Rp 42 miliar.

“Insya Allah akan kita tinjau kembali semuanya. Kalau memang itu tidak sesuai, tentunya kita juga punya hak melakukan Pansus PKS (Perjanjian Kerja Sama) dalam rangka mencari dan membela kepentingan pedagang kecil sesuai dengan kelayakan yang dilakukan di seluruh pasar-pasar,” paparnya. (gun)

Pos terkait