Reses DPRD Jabar, Ade Puspitasari Siap Teruskan Aspirasi Masyarakat RW 01 Perwira

  • Whatsapp

Bekasi – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Pusputasari S. Sos, MBA melakukan kegiatan reses 1 tahun sidang 2019-2020 di Kaliabang Nangka RT02/01, Perwira, Bekasi Utara, Kamis (5/12/2019).

Ade Puspitasari mengatakan, reses merupakan media untuk menjaring aspirasi masyarakat yang diwakilinya terkait permasalahan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kebutuhan pembangunan daerah serta terkait bantuan-bantuan yang digulirkan oleh pemerintah khususnya provinsi Jawa Barat.

Aspirasi dan masukan yang diperoleh saat reses akan diperjuangkan ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah sesuai dengan kewenangannya.

“Hasil reses dapat dimasukan saat penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD dan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), terutama untuk Kota Bekasi, Depok asal Dapil saya,” ungkapnya.

Dalam dialognya dengan masyarakat Ade Puspitasari mendapat masukan atau aspirasi dari masyarakat diantaranya terkait bantuan Posyandu dan saluran irigasi yang belum juga  tersentuh.

“Tadi juga ada masukan dari kader Posyandu terkait bantuan bangunan, juga terkait bantuan saluran air di Keluraha Perwiratepatnya RW01 yang hingga saat ini belum juga diperbaiki,” katanya.

Ade juga berjanji kepada warga masyarakat yang hadir diacara resesnya bahwa apapun aspirasinya akan diperjuangkan. “Apa yang disampaikan oleh masyarakat selama reses, sudah saya catat dan akan kita perjuangkan,” pungkasnya.

Sementara Ketua RW 01 Perwira, Iskandar Ar-Rahmatullani mengatakan,  walau bukan bidang dan kewenangan Teh Ade sapaan akrabnya,  terkait persoalan perbaikan saluran sepanjang jalan KH. Muchtar Tabrani RW 01 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara.

Namun, dirinya berharap Teh Ade dapat menyentil dan mendorong Dewan DPRD Kota Bekasi  Dapil 2 Kecamatan Bekasi Utara dari Fraksi Partai Golkar untuk dapat memprioritaskan Aspirasi tersebut.

“Menurut saya RW 01 adalah Pintu Gerbang Kecamatan Bekasi yang seharusnya tampak depan itu menjadi prioritas kesempurnaan insfratruktur. Prihatin dan miris dengan kondisi saluran yang seperti itu, sama halnya dengan apa yang warga sampaikan, Selain membanjiri jalan luapan air dari saluran itu juga merupakan najis yang menghilangkan kesucian untuk beribadah,” ucapnya.

Sehingga demikian dirinya pun sempat melontarkan kata ‘tidak akan masuk surga jika saya diam akan hal itu’, semua itu demi perbaikan lingkungan. Selain meminta kepada Teh Ade, dirinya juga meminta kepada pihak Kelurahan dan Kecamatan yang hadir pada kesempatan itu, dapat memprioritaskan dalam Realisasi Musrenbang Kelurahan-Kecamatan sampai ke Kota.

Disamping itu, jelas Iskandar Ar-Rahmatullani melalui perwakilan Posyandu Melati RW 01, Diah Amelia pada Reses itu Posyandu meminta tempat dan sarana prasarana yang belum dimiliki.

“Kalau tempat sementara kami menggunakan tempat bangunan kosong dari bantuan kader yang kami rapihkan dari dana urunan RT RW dan kader. Saat ini saya berusaha mencari data keberadaan lahan Fasos Fasum yang berbatasan dengan wilayah kami yakni Kavling Tegal Perintis RT 06/03 Kelurahan Marga Mulya,” jelasnya.

Para kader Posyandu pun, lanjut Iskandar Ar-Rahmatullani, siap beraudiensi dengan Kelurahan Margamulya dan BPKAD kota Bekasi, jika memang itu sudah di serahkan kepada Pemerintah Kota. “Kalau untuk sarana prasarana Posyandu, saya berharap Teh Ade Puspitasari dapat mengabulkannya,” terangnya.

Sehingga demikian, dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih dengan kedatangan Teh Ade Puspitasari, S.Sos, MBA dalam giat Reses 1 di Wilayah RW 01. “Harapan besar saya dan warga kedatangan tersebut membawa banyak manfaat, perubahan untuk wilayah, abong dewan DPRD Provinsi Jawa Barat datang ke wilayah kami, wilayah kami bakalan begini gini aja,” pungkas Pria asli Bekasi tersebut. (dra)

Pos terkait