Ketua Muslimat NU Kota Bekasi Prihatin Anak-anak Ikut Unjuk Rasa

  • Whatsapp

Bekasi – Ketua Muslimat NU Kota Bekasi, Ustadzah Hj. Siti Aisyah HK, mengaku prihatin dan menyesalkan keterlibatan anak-anak dalam aksi Forum Solidaritas Bela Nabi Muhammad SAW menuntut agar pelaku yang dianggap menistakan Nabi Muhammad dihakimi.

“Menyampaikan pendapat boleh saja, saya pun pasti sangat menghargai hak berpendapat orang lain di muka umum. Tapi, yang saya sesali dan prihatin kenapa dalam aksi tersebut harus ada anak-anak dalam aksi tersebut,” ucapnya, Sabtu (7/12/2019).

Semestinya kata Ustadzah Hj. Siti Aisyah HK, anak-anak harus dilindungi dari berbagai upaya yang mengandung dan kekarasan maupun politik sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

Di sana anak-anak akan mendengarkan kata-kata mendiskreditkan kelompok atau orang tertentu dinilai kurang tepat dilontarkan dihadapan anak-anak kecil.

“Di tengah-tengah demo anak-anak tentu mendengar teriakan-teriakan orasi dan yel-yel yang materinya banyak berisi hujatan yang dilakukan peserta aksi. Tentu sangatlah tidak tepat, karena sesuai pasal 15 UU No. 35/2014 juncto No. 23/2002 tentang perlindungan anak disebutkan bahwa anak-anak itu harus dilindungi dari penyalahgunaan kegiatan politik, pelibatan dalam kerusakan sosial, dan pelibatan dalam peristiwa yang mengandung kekerasan,” ujarnya.

Dia pun menilai keluarga punya tanggung jawab paling besar, jika akhirnya anak-anak terlibat dalam aksi yang bersifat politik. Karena, keluarga punya peran utama dalam mengawasi anak-anak.

“Yang paling bertanggung jawab adalah keluarganya yang harusnya mencegah dan mengawasi anak-anaknya. Keluarga harusnya melarang anak-anak ikut serta kegiatan politik,” tuturnya.

Ia pun menyayangkan jika keluarga melakukan pembiaran terhadap anak-anaknya. Sebab, tidak ada jaminan keamanan pada anak-anak yang datang ke tempat aksi. “Kami patut menyayangkan jika keluarga justru mengajak anak-anaknya aksi,” kata dia.

“Di tengah situasi panas matahari saat ini, anak-anak tidak mendapat perlindungan dari lapar dan dahaga dan kemungkinan jika kondisinya kekurangan cairan akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan rentan sakit,” pungkasnya. (dra)

Pos terkait