Hasil Audit Inspektorat Soal Proyek Jalan Baru Senilai Rp3.6 Miliar Masih Belum Jelas

  • Whatsapp

Bekasi – Audit yang dilakukan Inspektorat Kota Bekasi terhadap proyek pengerjaan peningkatan jalan baru senilai Rp3,6 miliar yang berlokasi di RT 01/04 Kelurahan Ciketingudik Bantargebang hingga kini belum diketahui hasilnya.

“Masih kita proses dan tindaklanjuti sesuai mekanisme. saat ini masih berlangsung,”kata Narlisman, Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah III pada Inspektorat Kota Bekasi Selasa, (3/11/2019) saat ditemui di Gedung Pemkot Bekasi Jalan A. Yani Bekasi.

Muat Lebih

Dijelaskannnya, adapun audit yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap proyek pengerjaan Jalan Baru itu terdiri dari tidak adanya papan nama proyek, dugaan perusahaan dan juga hasil pekerjaan dilapangan.

Mengenai target waktu dan hasil audit,  Narlisman belum bisa memastikan.”Intinya, tim sedang bekerja. Kita tunggu hasinya.” pungkasnya.

Soal pemanggilan terhadap rekanan tersebut Narlisman menyebut bahwa pemanggilan itu akan dilaksanakan oleh auditor.”Nanti auditor yang panggil. Mereka yang akan membuat berkas kerja auditnya, apa saja yang akan dilakukan serta siapa pihak-pihak yang bersangkutan,”jelasnya.

Foto Sekdis Solihin dam Kabid Bina Marga Wisata Subroto dalam keterangan persnya

Sebelumnya, Sekretaris LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bekasi  Asep  Sunarya mengatakan bahwa proyek peningkatan Jalan Baru senilai Rp3.6 hang berlokasi di Kelurahan Ciketingudik  yang dimenangkan oleh CV TPP diduga ada masalah.

Pasalnya, proyek yang diprakarsai oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi itu diduga berdomisili palsu.

Kata Asep fakta Ini terungkap, berdasarkan keterangan dan surat pernyataan dari RT setempat. Dimana perusahaan tersebut tidak berada di Jalan Kebun Bawang XI Nomor 12 RT 06/001 kelurahan Kebun Bawang Kecamatan Tanjung Periok, Jakarta Utara.

“CV TPP ini lah yang tadi kita pertanyakan salah satunya. Ini alamatnya diduga palsu, ada tandatangan Pak RT, “beber Asep usai audensi dengan Dinas BMSDA dan Inspetorat Kota Bekasi pada Kamis, (21/11/2019) lalu kepada awak media.

Tentang domisili perusahaan yang diduga palsu sebut Asep bahwa Kelompok Kerja (Pokja) beralasan alamat perusahaan yang disampaikan oleh CV TPP itu berdomisili di Jalan Kebun Bawang, Jakarta.

Sementara, Sekretaris DBMSDA Kota Bekasi Solihin mengatakam akan menindaklanjuti laporan dari LSM GMBI terkait domisili perusahan pemenang tender yang diduga palsu.

“Soal temuan itu, nanti Inspektorat yang akan lakukan audit karena hasil audit itu bukan hanya pada proses pelaksanaanya saja, tapi pada proses pengadaannya juga,”ujar Solihin dalam jumps persnyayang didampingi Kabid Bina Marga pada DBMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto.

Tentang kebenaran imformasi terkait domisili perusahaan yang diduga palsu tersebut, Solihin belum bisa memberikan komentar dengan alasan belum melakukan audit.”Nanti saja setelah di audit Inspektorat,”singkat dia. (ton)

Pos terkait