Diduga Kriminalisasi Warga, Polres Tidore Dilaporkan ke Propam Mabes Polri Oleh Kuasa Hukum

  • Whatsapp

Bekasi – LBH Patriot yang menjadi kuasa hukum A. Prima Tampubolon, warga Kelurahan DokirI Kecamatan Tidore Selatan Kepulauan Kota Tidore mengadukan Polres Tidore ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri lantaran diduga melakukan kriminalisasi dan terhadap warga yang menjadi korban pengeroyokan.

“Melaporkan Polres Tidore ke Kompolnas, Menhumkam hingga ke  Presiden Jokowi karena ada tindakan penyelidikan yang tidak profesional terhadap klien kita, warga Dokiri Tidore,”kata Ketua LBH Patriot, DR Manotar Tampubolon SH. MH dalam keterangan persnya kepada awak media pada Selasa, (23/12/2019) di Bekasi.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, dugaan pelanggaran kode etik oleh penyidik tersebut karena ada keberpihakan saat menangani kasus pengeroyokan terhadap kliennya yang semestinya tidak boleh dilakukan oleh penegak hukum.

Selain itu, penyidik juga mengingkari bukti – bukti (visum) yang telah diberikan oleh korban. Bahkan, laporan kliennya juga tidak ditindaklanjuti oleh penyidik dengan alasan tidak ada pidana dan cukup bukti.

“Jadi ini yang menurut saya aneh, klien saya yang dianiaya, kok malah dijadikan tersangka oleh penyidik. Ini yang menjadi dugaan kita bahwa klien saya dikriminaliasai.”ucap DR Manotar.

Padahal, ucap pria berdarah Batak ini dalam laporan tersebut, kliennya sudah melampirkan bukti – bukti penganiayan ke penyidik berupa hasil visum dari Dinas Kesehatan setempat.

“Bahkan kepada korban, salah satu penyidik inisial Bripol MRA juga bilang bahwa ia (Penyidik) bertindak bukan berdasarkan hukum,” tuturnya.

Kata DR Manotar, menurut keterangan korban, perkara ini berawal saat korban hendak menemui Wali Kota Tikep dan ingin mengadu terkait permasalahan banjir yang kerap terjadi dilingkungannya. Namun dihalangi oleh seregombolan oknum ASN dan juga ajudan wakil walikota Tidore.

Bahkan, salah satu oknum ASN mengeluarkan kata-kata kasar sehingga menyulut amarah korban dan kemudian korban berbalik memaki oknum ASN tersebut sehingga terjadi pengeroyokan yang kemudian berlanjut dengan pelaporan korban ke Polres Tidore.

“Setelah beberapa lama dilaporkan namun tidak ada kejelasan. Karena kecewa korban pun menuangkannya kekecewaannya melalui cuitannya yang diunggah di medsos. nah ini lah yang menjadi alasan mereka (wakil walikota) melaporkan balik korban yang kini jadi tersangka oleh penyidik atas dugaan pencemaran nama baik.”DR Manotar menjelaskan.

Namun sayangnya, ketika dicoba untuk dimintai tanggapan sekaligus konfirmasi terkait laporan kuasa hukum yang melaporkan perkara ini ke Kadiv Propam Mabes Polri ke salah satu telepon seluler penyidik dengan nomor 08524151xxxx namun tidak menjawab. (ton) 

Pos terkait